GOWA, BKM–Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) selaku Bupati Gowa Hj Siti Husniah Talenrang menimbulkan decak kagum sejumlah kalangan. Pasalnya, belum genap setahun, perempuan pertama yang menjadi Bupati Gowa ini makin aktif turun ke masyarakat.
Bukan hanya perkotaan tapi hingga ke pelosok kampung terpencil. Selain menjalankan program One Day One Distric untuk penguatan hubungan silaturahim pemerintah dengan masyarakat, kini kunjungan Husniah juga melakukan optimalisasi aset-aset daerah yang selama ini terbengkalai.
Setiap akhir pekan khususnya di hari libur, Bupati Gowa ini berangkat mengendarai sepeda motor yang menjadi brand dirinya. Husniah memang penyuka traveling dengan bersepeda motor.
Kadang mengendarai sepeda motor NMax, kadang bertrail. “Ibu bupati kuat naek motor jangankan di jalanan kota, di medan- medan terjal di dataran tinggi pun, Ibu bupati enjoy saja bermotor, ” kata Risal, warga Parangloe yang menyaksikan langsung ketika rombongan Bupati Gowa disertai sejumlah pimpinan SKPD melintas di Kampung Parang, Parangloe pada Sabtu (1/11) lalu.
Usut punya usut, Bupati Husniah berkendara motor ke arah timur Gowa itu dalam rangka menyusuri keberadaan aset-aset daerah yang masih potensi mendatangkan pendapatan daerah namun dibengkalaikan begitu saja.
Ada sejumlah aset ditinjau langsung Husniah di tiga kecamatan, yakni Somba Opu Pattallassang dan Kecamatan Parangloe.
Terkait kunjungannya menyasar hutan sekalipun mencari titik aset terbengkalai, Husniah mengatakan, apa yang dilakukannya adalah komitmennya meningkatkan PAD melalui optimalisasi aset-aset milik daerah yang ada.
“Saya berharap aset-aset yang bisa dikelola dan dimanfaatkan, bisa diperbaiki agar menghasilkan pendapatan bagi daerrah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Gowa dalam meningkatkan PAD, terlebih di tengah masa efisiensi anggaran. Apalagi, saat ini sudah ada beberapa perusahaan swasta yang mau masuk, ini bisa kita optimalkan,” kata Husniah.
Beberapa aset yang dikunjungi di Somba Opu seperti rumdis Koperasi yang telah bersertifikat, bekas gudang buku, terminal Samata dan sejumlah aset terbengkalai lainnya di Pattallassang dan Parangloe.
Menurut Husniah, semua aset tersebut potensi berkembang dan akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Peninjauan ini dibenarkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa Mahmud Sila. Mahmud mengatakan, hasil peninjauan sekaligus pendataan ini akan ditindaklanjuti dengan pemanfaatan aset secara optimal melalui kerja sama pihak ketiga. (sar/rif)

