MAKALE, BKM — Sidang Sinode Wilayah (SSW) III ke-20 digelar di obyek wisata (Obwis) Buntu Sarira dihadiri ratusan jemaat kenakan pakaian seragam pelayanan, Selasa (4/11). Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg turut hadir pembukaan SSW diawali ibadah bersama berjalan penuh khidmat.
Bupati Zadrak mengapresiasi kinerja panitia memilih obwis Buntu Sarira lokasi pembukaan. Kawasan ini tidak hanya indah, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Toraja.
“Di tempat inilah kita menunjukkan identitas orang Toraja, dan hari ini kita bersandar kepada Tuhan, tidak ada yang bisa mengganggu Tana Toraja,” ujar Zadrak.
Kendati bupati Zadrak padat agenda penting kunjungan dari Kementerian PUPR dan program sertifikasi tanah, namun lebih memilih hadiri pembukaan SSW. Terima kasih panitia bekerja sama Pemda Tana Toraja bebaskan tiket masuk bagi peserta SSW ke kawasan wisata pesona alam indah ini.
Apalagi panitia SSW menyiapkan pundi khusus untuk mendukung pengembangan obyek wisata Buntu Sarira penghormatan luar biasa, katanya. Menambah kemeriahan acara setelah lima generasi jemaat tampil devile pembukaan, mulai dari anak sekolah minggu, PPGT, PWGT, PKB, hingga para lansia.
Kesempatan itu, Bupati Zadrak menyinggung persoalan sengketa Tongkonan kerap terjadi di beberapa wilayah. Beliau mengingatkan agar perbedaan diselesaikan secara kekeluargaan tanpa perlu dibawa ke ranah hukum.
“Di pengadilan hanya ada dua, kalah dan menang. Jadi selesaikanlah dengan baik secara internal,” pesannya.
Zadrak juga mengajak peserta maknai semangat Tana Toraja Masero (bersih), bersih pikiran (Masero Tangga’), bersih hati (Masero Pa’ina), dan lingkungan (Masero Tikulao). (gus/D)

