pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Diduga Asal Kerja, Proyek Jalan Rp500 Juta di Enrekang Rusak – Warga Kecewa

RUSAK -- Proyek jalan rabat beton Desa Buntu Pema, Kecamtan Curio-Enrekang yang bersal dari program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) diduga dikerja asal-asalan. Saat ini ruas jalan tersebut telah terkelupas.

ENREKANG, BKM — Proyek jalan rabat beton di Desa Buntu Pema, Kecamtan Curio-Enrekang yang bersal dari program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) diduga dikerja asal-asalan. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar bulan September 2024 lalu itu dengan panjang sekitar 400 meter sudah rusak dan mengelupas.
Hasil pantauan media ini di lapangan, Minggu (8/11) lalu terungkap bahwa rabat beton yang menghubungkan dua desa itu yakni Desa Buntu pema dan Desa Pebaloran yang bersumber dari dana APBN 2024 dengan nilai Rp 500 juta yang dikerjakan salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) setempat dalam kondisi rusak.

Cor betonnya mengelupas dan material kerikil serta pasir bekas campuran tampak berserakan hampir sepanjang jalan tersebut.Kondisi itu,menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pengerjaan proyek tersebut yang tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi. Parahnya lagi, proyek tersebut tidak di Cutting hanya mengunkan ban dalam yang digunting memanjang untuk mengelabuhi pengawas. Padahal, fungsi cutting mengunakan gergaji mesin untuk memotong dinding beton agar membuat sambungan dan mengendalikan retak.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya menyatakan kekecewaanya. Dia mendunga proyek tersebut tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang semestinya. Padahal harusnya mengunakan cipping batu pecah (kerikil). Namun, hanya menggunakan sertu (pasir campur kerikil).
“Barusan saya lihat ada proyek baru kurang lebih satu tahun sudah rusak. Ini diduga diakibatkan karena tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek) yang semestinya sehingga tidak dapat bertahan lama,”ungkapnya.
Dia mengatakan, barusan melihat ada pengecoran jalan rabat beton yang menggunakan ban dalam kendaraan tidak di cutting, padahal tujuan cutting itu untuk mengendalikan retak
“Barusan juga saya lihat ada pengecoran jalan menggunakan ban dalam yang seharusnya di Cutting,”katanya.

Sementara itu Kades Buntu Pema, Risal membenrakan jika pengecoran jalan tersebut dikerjakan oleh warganya dalam komonitas Organisasi Masyarakat (Ormas) pada tahun 2024 tahun lalu.
“Pengecoran Pisew di Karuru dikerjakan pada tahun 2024 oleh Organisasi Masyarakat (OMS) yang ketuai oleh LS,”jelas Risal. (her/C)



×


Diduga Asal Kerja, Proyek Jalan Rp500 Juta di Enrekang Rusak – Warga Kecewa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link