GOWA, BKM — One Day One District (ODOD) yang dilakukan Bupati Gowa, Husniah Talenrang, kali ini menyasar Kecamatan Pattallassang. Kunjungan sehari pada Senin (10/11) dirangkai peringatan Hari Pahlawan dan Kesehatan Nasional ke-61.
Disambut Camat Pattallassang dan TP PKK setempat, Bupati Husniah Talenrang tiba bersama Sekretaris Kabupaten, Andy Azis Peter dan sejumlah pimpinan SKPD. Sebelumnya, Bupati Husniah melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Pahlawan di lapangan Taman Sultan Hasanuddin di Jalan Tumanurung, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu.
Kunjungan ODOD kali ini disambut meriah masyarakat Pattallassang. Sebab, dalam kegiatan protap Pemkab Gowa ini, banyak kegiatan digelar berbagai komponen masyarakat Pattallassang.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan, imunisasi anak, penimbangan, pemberian telur untuk keluarga berisiko stunting, hingga layanan administrasi dan ekonomi serta pameran UMKM dan hasil karya peserta sekolah lansia.
”Hari ini saya melakukan ODOD di Pattallassang. Namun saya tetap menyapa seluruh masyarakat di 18 kecamatan secara virtual untuk tahu bagaimana kegiatan kita dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengetahui langsung kondisi masyarakat di setiap daerah,” kata Husniah.
Berbagai hal dikemukakan dalam virtual dengan para pemerintah kecamatan. Salah stau paling mendasar adalah kemiskinan ekstrem. Karena hal itu berdampak pada berbagai sektor seperti kesehatan dan pendidikan.
”Kalau kita ingin kesehatan masyarakat membaik, maka kemiskinannya harus diperbaiki. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kerja sama semua pihak. Salah satunya melalui program infak dan sedekah 2,5 persen dari gaji ASN yang disalurkan lewat Baznas untuk membantu masyarakat miskin ekstrem yang ada,” jelas orang nomor satu di Gowa ini.
Selain layanan kesehatan gratis, kegiatan ODOD juga menghadirkan sejumlah pelayanan publik seperti penimbangan balita, perekaman KTP, pendaftaran BPJS dan layanan sosial lainnya.
”Banyak layanan dibuka saat kunjungan ODOD ini. Karena itu, kesempatan baik bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang telah disiapkan pemerintah ini. Dan semuanya dilakukan secara gratis bagi masyarakat,” kata Husniah.
Dalam ODOD ini, pemerintah mendengar keluhan masyarakat, juga berdialog dan mencari solusi bersama.
Camat Pattallassang, A Pangeran Zubair, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi seluruh elemen dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri dan sejahtera.
Saat ini, kata Pangeran, kondisi stunting dan masyarakat miskin ekstrem di wilayahnya terus berbenah dan giat melaksanakan upaya penurunan angka stunting hingga miskin ekstrem.
”Sesuai data terakhir kami, di wilayah Pattallassang masih sekitar 88 balita terindikasi stunting. Kami terus berupaya menekan angka tersebut melalui gerakan intervensi serentak pencegahan stunting dengan melibatkan PKK, puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu serta program Genting dan Dapur Dahsat,” kata Camat Pattallassang.
Dikatakan, dari lima keluarga yang terdata sebagai miskin ekstrem, saat ini menunjukkan tren penurunan signifikan berkat kolaborasi program lintas sektor, seperti orang tua asuh dan padat karya. (sar)

