Site icon Berita Kota Makassar

Penyandang Disabilitas di Luwu Utara Dilatih Membuat Batik Ciprat

LUWU UTARA, BKM — Sejumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan batik ciprat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Wirajaya Makassar.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) berlangsung selama empat hari, sejak 12  hingga 15 November di Gedung Legiun Veteran Kabupaten Luwu Utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Utara, Jumar Jayair Lussa dalam sambutannya saat membuka pelatihan mengatakan, jika Pemerintah Daerah Luwu Utara punya kepedulian dan memberikan perhatian bagi upaya mendorong produktifitas dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

Jumair mengapresiasi Kemensos RI melalui Sentra Wirajaya Makassar yang memilih Luwu Utara untuk melaksanakan Kegiatan RSBM.

“Insya Allah, kegiatan ini akan dilakukan pendampingan dari pemerintah daerah, sehingga pelatihan tidak berhenti hanya dilakukan empat hari saja. Kegiatan ini harus berkelanjutan,” harapnya.

Acara ini juga dihadiri Ketua Dharma Wanitia Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Utara, Eriati Jumal.

Narasumber di hari pertama hadir masing-masing Kepala Dinas (Kadis) Sosial Arie Setiawan, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eka Rusli, dan Kadis Koperasi dan UMKM Luwu Utara Pasolongan.

Para narasumber tampil memberikan paparan materi terkait upaya menumbuhkan rasa percaya diri menuju kemandirian, prospek usaha home industry, serta penguatan kelembagaan dan teknik pemasaran bagi produk UMKM.

Sementara itu, Wahidin mewakili Kepala Sentra Wirajaya Makassar memuji sikap responsif Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam menyambut semua kegiatan Sentra Wirajaya selama ini, baik untuk kegiatan Atensi, maupun untuk kegiatan RSBM.

Bahkan Wahidin berharap, jika kedepan ada satu desa di Luwu Utara yang bisa dijadikan rintisan Desa Inklusi.

Salah satu peserta pelatihan, Makmur merasa senang bisa mengikuti pelatihan batik ciprat.

Setelah mengenal bahan dan peralatan membatik, Makmur mengaku sangat mudah memahami cara dan teknik dalam membuat batik ciprat.

Makmur dan teman-temannya yang dibagi dalam dua kelompok saat praktik di hari kedua langsung mampu membuat batik sebanyak sembilan lembar.

Sebelum acara penutupan yang direncanakan, Sabtu (15/11/25), akan dilakukan pameran mini hasil karya membatik oleh peserta pelatihan.
Makmur bahkan berharap di acara pameran mini bisa dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.(rls)

Exit mobile version