MAKASSAR, BKM–Dua Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yakni Meity Rahmatia dan Ismail Bachtiar, serta para anggota DPRD PKS dari seluruh kabupaten/kota mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Minggu (23/11).
Rakerwil PKS, berubah menjadi arena konsolidasi besar menjelang pertarungan politik 2029 dibuka langsung Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Muhammad Kholid.
Rakerwil ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi penajaman strategi kemenangan yang disiapkan secara agresif.
Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid menegaskan bahwa Rakerwil menjadi ruang untuk menerjemahkan amanat Rakernas ke dalam konteks lokal masing-masing daerah.
Program nasional yang sudah disusun mulai dari penguatan kaderisasi hingga pelayanan publik akan dipadatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. “Setiap daerah punya karakter pemilih. Di sinilah wilayah mengambil peran, menurunkan agenda pusat agar tepat sasaran,” ujarnya.
Tema besar Kuatkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan disebutnya sebagai sinyal bahwa PKS ingin bergerak lebih progresif. Kerangka kerja K2P2 yang menitikberatkan pada kader, kaderisasi dan pelayanan publik menjadi fondasi untuk memperbesar basis dukungan.
Meski belum menyebutkan angka konkret untuk target kursi Pemilu 2029, PKS yang dipimpin Al Muzzammil Yusuf ini memastikan rumusannya akan selesai di forum internal. “Ketua DPW yang akan menyampaikannya,” ucapnya.
Namun arah politiknya telah terbaca, PKS menyiapkan desain kemenangan yang lebih besar dibanding perolehan saat ini. Di tengah perdebatan nasional mengenai kemungkinan kembali ke sistem pemilu tertutup, PKS mengambil sikap hati-hati. Kholid menegaskan partainya terbuka pada berbagai skema pemilu sepanjang memperkuat demokrasi dan menekan politik uang. “Terbuka, tertutup, atau campuran semuanya masih dikaji. Prinsipnya memperkuat kualitas politik,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa isu pencopotan Mardani Ali Sera bukanlah fakta. Menurutnya, Mardani justru diberi mandat baru sebagai Ketua Pemenangan Pemilu PKS 2029, sehingga harus fokus pada kerja elektoral dalam negeri. “Itu penugasan strategis, bukan pencopotan,” tambahnya. (jun/rif)
