pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Unhas Gelar Tera Saintek di Pinrang, Demonstrasikan Pengolahan Silase Jerami Jagung

Peternak di Kabupaten Pinrang mengikuti demonstrasi plot dan uji coba lapangan saintek pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong di Kelompok Tani Bonrongi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/11/2025).

MAKASSAR, BKM — Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai salah satu pelaksana program Tera Saintek menggelar demonstrasi plot dan uji coba lapangan saintek pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong di Kelompok Tani Bonrongi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/11/2025).

Ketua pelaksana kegiatan dengan judul Penguatan Ekosistem Saintek Ko-Kreasi Pemanfaatan Jerami Jagung Untuk Pakan Sapi Potong Rakyat  adalah Prof. Dr. Ir. Jasmal A Syamsu, M.Si.

Program Tera Saintek atau Program Pengembangan Sains dan Teknologi Bersama Masyarakat dilatarbelakangi oleh kebutuhan nasional untuk membangun ekosistem masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Meskipun perguruan tinggi di Indonesia telah menghasilkan banyak riset dan inovasi, pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih terbatas.

Untuk menjawab kesenjangan tersebut, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Direktorat Minat Saintek), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) mencanangkan Program Tera Saintek sebagai model ko-kreasi sains antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat.

Program ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai mitra aktif dalam proses ilmiah.

Demonstrasi plot dan uji coba lapangan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang drh.Hj. Elvi Martina dan Kepala Bidang Produksi Peternakan Kahar, S.Pt, M.Si.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 63 orang terdiri dari peternak dan masyarakat, penyuluh pertanian, petugas lapangan peternakan, unsur pemerintah desa.

Dalam demonstrasi ini diproduksi silase jerami jagung sebanyak 560 kg (target 0,5 ton) yang dibuat dalam 8 drum, dan digunakan pula leaflet sebagai alat bantu media edukatif.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang drh.Hj. Elvi Martina sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan demonstrasi plot dan uji coba lapangan ini.

Program pembuatan silase jerami jagung yang diproduksi langsung bersama peternak sebanyak 560 kilogram merupakan langkah konkret dalam mendukung ketersediaan pakan berkualitas bagi sapi potong di Kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini, kata dia, tidak hanya memberikan solusi teknologi yang mudah diterapkan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pengetahuan peternak, penyuluh, dan aparat desa yang hadir.

“Saya melihat antusiasme yang tinggi dari 63 peserta kegiatan, dan ini menjadi indikator bahwa teknologi silase sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan, terutama dalam menghadapi kekurangan pakan pada musim kemarau,” katanya.

Dia berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lain, sehingga peternak dapat lebih mandiri dalam menyediakan pakan dan pada akhirnya mampu meningkatkan produktivitas usaha ternak mereka.

“Pemerintah Kabupaten Pinrang siap bersinergi dan mendukung keberlanjutan program ini,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Ternak Bonrongi, Andi Muh. Ishak menyampaikan bahwa Kelompok Tani Ternak Bonrongi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan penerapan teknologi saintek di desanya.

“Melalui pendampingan ini, kami akhirnya bisa mempraktikkan sendiri cara membuat silase jerami jagung secara benar, mulai dari proses pencacahan, pencampuran inokulan, hingga penyimpanan dalam drum,” katanya.

“Ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok, karena kami sebelumnya belum pernah melakukannya secara mandiri dengan hasil yang terukur seperti sekarang,” tambahnya.

Ishak juga sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Tim Universitas Hasanuddin yang telah menghadirkan program ini.

“Teknologi silase yang kami pelajari hari ini memberikan harapan baru bagi peternak, khususnya dalam mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga kami semakin mampu mandiri dalam menyediakan pakan dan meningkatkan produktivitas ternak kami,” ujar Ishak.

Ketua Pelaksana Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si menyampaikan bahwa terdapat peningkatan kapasitas teknis peternak yang terukur melalui observasi lapangan, dimana para peternak mampu mempraktikkan pembuatan silase dengan benar.

Prof Jasmal mengatakan, mulai dari proses persiapan bahan, teknik pencacahan jerami, pencampuran bahan aditif inokulan silase, hingga teknik penutupan drum fermentasi semuanya telah diterapkan dengan baik oleh peserta.

“Hal ini menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan berjalan efektif dan teknologi silase dapat diadopsi secara mandiri oleh kelompok tani ternak,” tutupnya.(rls)



×


Unhas Gelar Tera Saintek di Pinrang, Demonstrasikan Pengolahan Silase Jerami Jagung

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link