pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mesak dan Risfayanti Dampingi ARW di Formatur

PDIP Ingin Libatkan Danny Pomanto

BKM/KETERANGAN--Sekretaris jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan usai membuka Konferda VI dan Konfercab VI di Hotel Claro Makassar, Senin (24/11).

MAKASSAR, BKM–Sekretaris jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengajak mantan Wali Kota Makassar dua periode Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ridwan Wittiri (ARW) untuk memukul gong tanda pembukaan Konferensi Daerah VI (Konferda) dan Konferensi Cabang VI (Konfercab) untuk 24 kabupaten/kota, di Hotel Claro Makassar, Senin (24/11).

Selain Danny dan ARW, Hasto juga mengundang pengurus DPP lainnya seperti Komarudin Watubun, Darmadi Durianto, Abdullah Azwar Anas, Yuke Yurike, serta Charles Honoris untuk naik kepanggung utama.
Meski Konferda telah menetapkan ARW sebagai ketua terpilih, namun DPP mengisyaratkan agar Danny Pomanto juga dilibatkan agar dua kekuatan menyatu untuk membesarkan PDIP di Sulsel.
ARW otomatis menjadi ketua formatur dan dibantu Anggota Fraksi PDIP DPRD Makassar Mesakh Raymond Rantepadang serta mantan Anggota DPRD Sulsel Risfayanti Muin.
Hasto menyebut ARW memiliki pengalaman luas dan mendapat penerimaan baik dari masyarakat.
Ia menyebut figur tersebut akan dipadukan dengan Danny yang dinilai berhasil memimpin daerahnya. “Seluruh potensi ini disatukan melalui kekuatan gotong royong karena PDIP mengedepankan kepemimpinan kolektif-kolegial,”ucapnya.

Mengenai dinamika politik nasional, Hasto menyinggung analisis terkait Pemilu 2024 yang dinilai penuh anomali.
Menurutnya, PDIP memilih merapatkan barisan melalui rangkaian konferensi dan kerja politik turun ke bawah dengan mencontohkan kemenangan figur imigran Muslim di New York sebagai bukti bahwa nilai moral dan kesetaraan bisa mengalahkan hegemoni modal. “Spirit itu pula yang kami adopsi dalam gerakan turun ke bawah,”katanya.
Selain itu, PDIP menegaskan pentingnya regenerasi dalam struktur partai dengan menyebut anak muda akan diberi ruang lebih besar, sementara para senior berperan memberi arahan dan pengalaman. “Banyak pembaruan dilakukan dalam struktur, tetapi ideologi dan moral untuk membangun peradaban tidak berubah. Itu adalah core values PDIP,”ucapnya.
Untuk target politik, Hasto menjelaskan bahwa perumusannya akan dilakukan pengurus terpilih dalam struktur baru.
Namun ia menegaskan bahwa PDIP menargetkan minimal empat kursi di tingkat kabupaten/kota, serta delapan hingga sembilan kursi di tingkat provinsi. “Seluruh perencanaan mesin partai diarahkan untuk menyelesaikan masalah rakyat. Elektoral hanya dampak. Ketika masalah rakyat terselesaikan, elektoral akan mengikuti,”pungkas Sekjen yang mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarno Putri ini.
Hasto tak lupa menyampaikan pesan Megawati agar seluruh kader menjauhi zona nyaman.

“Ibu Megawati berpesan, kobarkan api perjuangan dan perkuat akar rumput. DPD dan DPC harus diisi orang-orang yang mengakar, mengenal ranting hingga anak ranting,”katanya.
Hasto menegaskan pentingnya konsolidasi menyeluruh di Sulsel sebagai bagian dari upaya penguatan daerah secara ideologis, historis, politik, organisasi, dan kader.
Penguatan sumber daya partai disebut krusial agar PDIP mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjadi suluh perjuangan bagi rakyat Indonesia.
Menurut Hasto, Sulsel memiliki rekam jejak sejarah dan peradaban yang kuat, sehingga konsolidasi di wilayah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menggelorakan kembali pemikiran geopolitik Soekarno.

Ia menyebut daerah ini menyimpan sejarah panjang yang tak boleh dilupakan, termasuk cerita La Galigo yang menjadi bagian dari memori kolektif bangsa.
“Kepeloporan bangsa samudera sangat kuat jejaknya di Sulawesi Selatan. Karena itu, kami menegaskan aspek historis dan tanggung jawab dalam membidik perjuangan untuk menyelesaikan masalah rakyat dan memimpin arah kemajuan bangsa dengan dipandu ideologi,”ujarnya.
Konferda dan Konfercab menjadi sarana penyusunan kepengurusan baru, sikap politik, serta program partai untuk menghadapi tantangan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab persoalan rakyat sekaligus merumuskan arah masa depan partai. (jun/rif)

Ajak Seluruh Kader Jalankan Proses Organisasi Secara Tertib

SEBELUMNYA, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ridwan Witri (ARW), menegaskan bahwa konferensi tersebut menjadi momentum memperteguh ideologi partai dan meluruskan arah perjuangan PDIP di Sulsel agar menghasilkan kepemimpinan yang solid.
“PDIP adalah partai ideologis. Dalam konferensi kali ini, yang tidak boleh ditawar adalah soliditas. Tidak boleh ada sektoral,”pinta ARW yang juga Anggota DPR RI tiga periode ini.
ARW lalu mengajak seluruh kader untuk menjalankan proses organisasi secara tertib demi melahirkan rekomendasi strategis.

“Mari kita lanjutkan perjuangan untuk rakyat Indonesia. Mari kita satukan semangat untuk kepentingan rakyat,”ajaknya ARW.
Ketua Panitia Konferda dan Konfercab, Risfayanti Muin, mengatakan bahwa kepanitiaan bekerja berdasarkan surat keputusan pengangkatan organizing committee.
Ia melaporkan bahwa acara dihadiri 23 pengurus DPD serta 72 ketua dan sekretaris DPC se-Sulsel.

“Sulsel selalu menerapkan asas gotong royong. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Provinsi dari Fraksi PDIP yang turut bergotong royong menyukseskan acara ini,”ujarnya.
Pembukaan Konferda dan Konfercab serentak dihadiri Sekprov Dr Jufri Rahman mewakili Gubernur, Wakil Ketua III DPRD Sulsel Sufriadi Arif, serta kader PDIP potensial diantaranya Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanan, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, Wakil Bupati Selayar H Muhtar, Ketua DPC Luwu Timur yang pernah menjabat bupati Budiman Hakim, Ketua DPC PDIP Makassar yang pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Andi Suhada Sappaile, Ketua DPC PDIP Barru Andi Riogi Idris Syukur yang pernah duduk di DPRD Sulsel serta Ketua DPC PDIP Gowa Andi Hikmawati A Kumala Idjo. (jun/rif)



×


Mesak dan Risfayanti Dampingi ARW di Formatur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link