MAKALE, BKM — Kontraktor pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) dan fasilitas lainnya di Mapongka Waskita Karya bersama Pemkab menggelar doa bersama di Kantor Camat Mengkendek sebagai tanda dimulainya proses pembangunan sekolah rintisan tersebut, Rabu (26/11).
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg turut hadir, Dandim 1414, Wakapolres, pimpinan OPD tehnis dan stake holder lainnya, serta penanggngjawab Waskita Karya, Adri Cahyo Nufrianto. Sebelumnya Forkopimda meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat merupakan Proyek Strategis Nasional. Lokasi pembangunan SR merupakan kawasan hutan sudah dibebaskan pihak Kehutanan dan telah disertifikatkan atas nama sekolah rakyat bernomor induk bidang tanah NIB.20.09.000003855.0.
Managemen Waskita Karya, Adri Cahyo Nufrianto menjelaskan doa bersama tanda dimulai proyek diharapkan berjalan lancar sebab bermanfaat bagi masyarakat didaerah ini. ”Luar biasa dukungan dan perhatian bupati bersama Forkopimda melakukan pendampingan demi kelancaran proyek, dimana waktu pembangunannya singkat selesai Juni 2026 sebelum tahun ajaran baru,” ujar Adri.
Menurut Adri, Waskita Karya akan bekerja maksimal memanfaatkan jangka waktu pembangunan dengan mengerahkan kekuatan sehingga proyek selesai tepat waktu. Dijelaskan Zadrak hadirnya SR di Tana Toraja sebagai wujud perhatian pemerintah pusat dalam memberikan kesempatan yang sama kepada keluarga tidak mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas lengkap asrama dan fasilitas penunjang lainnya.
”Tana Toraja maju kalau kualitas pendidikan dan sumber dayanya manusianya sudah terbentuk, baik pembinaan karakter maupun spiritual, hal itu ada di sekolah rakyat,” jelas Zadrak.
Diakui Zadrak, Tana Toraja salah satu daerah nominasi mendapat jatah SR dari 8 daerah di Sulsel, tahun ini pembangunan gedungnya dimulai, termasuk gurunya hebat punya kualitas sebab seleksinya begitu ketat. (gus/D)
