Site icon Berita Kota Makassar

PDIP Makassar Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

‎MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Makassar mulai memanaskan mesin partai dengan menyiapkan strategi baru menghadapi Pemilu mendatang.
Dua fokus utama yang ditekankan ialah penguatan basis pemilih muda serta peningkatan peran perempuan dalam struktur kepengurusan.
‎‎Ketua DPC PDIP Makassar, Andi Suhada Sappaile, menyebut pemilih muda kini menjadi sasaran strategis partai. Menurutnya, karakter dan dinamika kaum muda mendorong PDIP untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif.

‎‎”Sasaran utama memang pemilih muda. Mereka kami harapkan menjadi kekuatan baru untuk mendatangkan suara bagi PDIP. Pendekatan mereka lebih segar dan komunikatif, sesuai karakter pemilih muda saat ini,” ungkapnya, Minggu (30/11).
‎‎Di sisi lain, PDIP Makassar juga menegaskan komitmen terhadap keterwakilan perempuan. Komposisi kepengurusan yang baru diklaim telah memenuhi bahkan melampaui ketentuan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam regulasi pemilu. “Di kepengurusan kami ada sekitar sembilan perempuan, sudah melewati batas minimal yang diwajibkan undang-undang,” ujarnya.

‎‎Ia menegaskan bahwa penambahan porsi perempuan bukan semata memenuhi syarat administratif, tetapi bagian dari upaya mendorong peran politik perempuan di tingkat lokal. Dengan formasi baru ini, PDIP Makassar optimistis dapat mengembalikan performa elektoralnya.
‎‎Pada Pemilu 2019, PDIP meraih enam kursi di DPRD Makassar, namun kehilangan satu kursi pada periode 2019–2024. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus baru. “Ini tugas kami ke depan, sekarang kami tidak boleh memandang enteng partai lain,” tegasnya.
‎‎Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas internal. Persaingan politik semakin ketat, terlebih dengan kehadiran sejumlah partai baru yang diisi mantan kader PDIP dan berpotensi merebut basis suara tradisional mereka. “Partai lain, termasuk partai baru, bisa saja mencuri suara kami. Karena itu, kami harus solid dan berkolaborasi untuk merebut kembali hati rakyat,” tuturnya.

PDIP Makassar telah menambah jumlah pengurus dari 19 menjadi 21 orang, sekaligus menaikkan jumlah perempuan menjadi sekitar sembilan kader. Komposisi tersebut melampaui batas minimal 30 persen yang diwajibkan partai. “Kami diinstruksikan dari DPP untuk meraih suara-suara muda, dan jangan lupa keterwakilan perempuan yang 30 persen,”jelas Andi Suhada.
Ditegaskan arah baru kepengurusan mereka setelah dirinya kembali dipercaya melanjutkan jabatan sebagai Ketua DPC.
Dalam struktur yang baru ditetapkan, dominasi kader muda menjadi ciri utama sebagai strategi menghadapi persaingan menuju Pemilu 2030. (jun/ita/rif)

Exit mobile version