pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jembatan Haji Bohari Dibersihkan

MAROS, BKM — Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, segera dibersihkan. Pembersihan dilakukan pada struktur jembatan yang ambruk.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah pembersihan material jembatan. Menurutnya, pembersihan penting dilakukan untuk mencegah potensi bahaya yang bisa muncul jika struktur lama tetap dibiarkan.

”Kalau tidak dibersihkan, banyak hal yang bisa terjadi. Siapa yang mau tanggung jawab kalau ada orang yang masih menggunakan jembatan itu padahal rawan,” katanya.
Ia menambahkan, jika material jembatan dibiarkan, potensi tersangkutnya pohon besar saat hujan deras bisa memicu banjir di wilayah tersebut.
”Kami harap warga bisa memahami alur kerjanya. Setelah pembersihan baru akan dibangun fondasi di sana,” jelasnya.

Mantan ketua DPRD Maros itu mengungkapkan sempat ada usulan jembatan darurat sebagai akses penyeberangan sementara. Namun, ia menolak opsi tersebut.
”Di sana masih ada akses lain, ada jalan Allatengae, Tanralili. Siapa yang menjamin jembatan darurat. Jangan lihat enaknya. Kami utamakan keamanan warga. Kami khawatir kalau ada warga yang tengah malam menyeberang, itu sangat berbahaya,” ungkapnya.
Untuk anak sekolah, pihaknya sedang memetakan lokasi pendidikan terdekat. ”Kalau ada sekolah yang terdampak, kita akan pindahkan siswanya, agar tidak perlu menyeberang lewat jembatan,” tambahnya.

Chaidir menyebutkan, rekonstruksi ulang jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Pada 2026, pembangunan akan dimulai dari fondasi melalui skema multiyears yang diperkirakan memakan waktu 3 sampai 4 tahun.
”Namun, kita juga usulkan ke pemerintah pusat. Semoga bisa diintervensi karena jembatan ini vital untuk akses anak sekolah,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menjelaskan, pembongkaran dilakukan untuk mencegah hambatan aliran sungai akibat material jembatan yang runtuh serta menghindari potensi kecelakaan.

”Risiko kecelakaan sangat besar jika masyarakat masih nekat melewati jembatan yang sudah ambruk,” ujarnya.
Alif menambahkan, pada 2026 anggaran yang tersedia untuk penanganan awal jembatan adalah Rp3 miliar. Selebihnya akan dibangun secara bertahap sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
”Proposal permohonan bantuan sudah diajukan. Mudah-mudahan ada hasil baik dari Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya,” tutupnya. (ari/c)



×


Jembatan Haji Bohari Dibersihkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link