MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Makassar mulai bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Desember 2025. Agenda lima tahunan ini diproyeksikan menjadi panggung penting bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh partai, khususnya setelah Ketua DPC Hanura Makassar saat ini, HM Yunus HJ, dipastikan tidak akan maju kembali.
Sekretaris Hanura Makassar, Muchlis A. Misbah, menegaskan bahwa seluruh tahapan menuju Muscab telah berjalan tanpa hambatan berarti. Menurutnya, dinamika internal tetap kondusif meskipun proses penjaringan kandidat telah dibuka. “Muscab ini dalam waktu dekat, bulan Desember. Tanggalnya belum ditetapkan, tapi insyaallah berjalan demokratis,” ungkapnya, Rabu (3/12).
Di tengah persiapan tersebut, satu nama muncul sebagai figur paling kuat yakni Irmawati Sila, legislator Makassar yang dikenal sebagai Srikandi asal Jeneponto. Politisi yang telah menapaki empat periode di parlemen, dua periode di Kabupaten Jeneponto dan dua periode di DPRD Kota Makassar menjadi satu-satunya kandidat yang secara resmi mendaftar sebagai calon ketua.
”Penjaringannya sudah dibuka kemarin, tapi yang mendaftar cuma Irma. Jadi sangat berpotensi aklamasi. Yang dijagokan itu Irmawati Sila,” ucapnya.
Ia sendiri memastikan tidak akan ikut dalam bursa pencalonan. Keputusan itu, katanya, merupakan bentuk komitmen untuk mendukung penuh Irma sebagai pemimpin baru Hanura Makassar. “Saya tidak maju karena Irma sosok yang pantas mengambil alih Hanura. Insyaallah saya siap mendampinginya sebagai sekretaris,” tegasnya.
Menurutnya, rekam jejak dan pengalaman panjang Irma di dunia politik menjadi modal besar yang memberikan keyakinan kepada struktur partai. Sosok Irma dianggap mampu menghadirkan perubahan dan memperkuat posisi Hanura di Kota Makassar, termasuk dalam upaya meningkatkan raihan kursi dewan pada pemilu mendatang.
”Irma itu legislator wanita, Srikandi Jeneponto, sudah empat periode. Dua periode di Jeneponto, dua periode di Makassar. Jadi menurut saya dia sangat berpengalaman dan mampu,” ujarnya.
Selain itu, Ia menyebut Irma memiliki kapasitas untuk memimpin konsolidasi partai secara lebih solid, sekaligus memperkuat daya saing Hanura di tengah ketatnya kontestasi politik lokal. “Insyaallah dia mampu meningkatkan kursi di DPRD,” ucapnya.
Dengan hanya satu nama yang masuk bursa pencalonan, Muscab Hanura Makassar tahun ini berpotensi berlangsung singkat dengan keputusan aklamasi. Namun demikian, dinamika internal diprediksi tetap menarik, lantaran Muscab juga akan menjadi momentum evaluasi dan penyusunan strategi pemenangan partai ke depan. (ita/rif)
