PAREPARE,BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nesdem selaku Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengutus aparatnya untuk membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Masjid Indonesia (DMI) VII Kota Parepare, Minggu (7/12).
Pembukaan Musda DMI VII, Tasming diwakili Kepala Dinas Damkar, Abd Waris Muhiddin.
Abd Waris Muhiddin menegaskan bahwa Musda menjadi momentum konsolidasi pengurus DMI untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pendidikan keagamaan. Ia menilai DMI berperan penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat Parepare.
Masjid saat ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang aktivitas sosial, pendidikan, dan kebudayaan Islam,” ujarnya. Ia juga menyinggung tantangan era digital yang menuntut pengurus masjid lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk dakwah dan penguatan syiar.
Dukungan serupa disampaikan Kakan Kemenag Parepare melalui Kasi Bimas, Dr. H. Hasan Basri. Ia menekankan pentingnya tata kelola masjid yang lebih tertib, termasuk pelantikan lengkap seluruh pengurus. “Jangan menunggu ada persoalan baru dilaporkan ke Kemenag atau DMI,”tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DMI Sulsel, Prof Dr Ir H Kaimuddin, menyampaikan arahan agar pengurus terus menggerakkan program memakmurkan masjid dan jamaah. Ia menyebut tema Musda, “Masjid Sebagai Pusat Syiar Islam dan Pembinaan Umat”, sejalan dengan keputusan Muktamar DMI.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara DMI, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama agar masjid benar-benar menjadi pusat perubahan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. (mup/rif/d).
