Site icon Berita Kota Makassar

Appi: Golkar Memiliki Branding Politik yang Kuat

MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan motivasi sekaligus arahan strategis kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar Kota Makassar.
Hal itu, disampaikan Appi, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Orientasi Pengurus Partai Golkar Kota Makassar yang digelar di Hotel Arya Duta Makassar, Sabtu (20/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh struktur lengkap Partai Golkar, mulai dari pengurus tingkat kecamatan, hingga para anggota legislatif dari Partai Golkar.
Appi menegaskan bahwa fokus utama Partai Golkar Kota Makassar ke depan adalah dua hal strategis, yakni penguatan kader melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan serta persiapan peningkatan perolehan suara pada Pemilu 2029 mendatang.
“Ini, sangat penting untuk kita sadari bahwa Makassar adalah kota dengan pergerakan politik yang sangat dinamis. Apalagi kompetisi semakin ketat semua partai,”ujar Appi.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek dan orientasi pengurus ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi terkini Partai Golkar Kota Makassar, sekaligus menyatukan cara pandang seluruh struktur partai dalam membaca dinamika politik yang terus bergerak cepat.
Golkar harus bergerak secara dinamis agar Partai Golkar tetap memiliki positioning yang kuat, tetap punya daya pengaruh di tengah masyarakat, serta mampu menjaga kepercayaan dan keterpilihan Partai Golkar kedepannya.
Ia menekankan bahwa tantangan tersebut bukanlah hal yang mudah, namun juga bukan sesuatu yang sulit jika seluruh kader mampu membaca arah dan dinamika perkembangan politik secara tepat.

Appi juga mengingatkan bahwa Golkar memiliki modal besar berupa branding politik yang sangat kuat, sebagai salah satu partai tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak kader dan memberikan warna dalam peta politik nasional.
Lanjut dia, branding Golkar ini adalah sebuah keuntungan besar yang harus kita manfaatkan. Golkar punya sejarah panjang dan kontribusi besar dalam dinamika politik Indonesia.

“Inilah yang kita bahas dalam Bimtek dan orientasi ini, agar kita memiliki keseragaman visi dalam melihat perkembangan politik di Kota Makassar,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Bos PSM itu menegaskan bahwa menuju Pemilu 2029 bukanlah waktu yang panjang. Konsolidasi partai, menurutnya, sudah harus dibangun jauh sebelum memasuki tahun politik 2029 akan datang.

“Dengan kerja-kerja nyata yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tahun 2029 bukan waktu yang lama. Konsolidasi harus terus dilakukan. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan-kegiatan Partai Golkar ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat,”ucapnya.
Pada kesempatan ini, Appi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus yang terus bekerja dan menjaga soliditas partai, sembari mengingatkan bahwa mendekati pemilu, tensi politik pasti akan semakin tinggi.

Dia menegaskan kembali komitmen Golkar Makassar untuk memastikan Golkar diingat, dipilih, dan menang dalam setiap kontestasi politik.
“Golkar harus punya keterpilihan, Golkar harus diingat, Golkar harus dipilih, dan Golkar harus menang di Pileg 2029,” katanya.
Alumni FH Unhas itu, turut menyinggung capaian Partai Golkar pada Pemilu Legislatif 2024, di mana Golkar menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di Kota Makassar, meskipun belum berhasil meraih jumlah kursi terbanyak di DPRD.

Appi mengingatkan bahwa siapa pun yang berniat maju sebagai calon anggota legislatif tidak boleh hanya bekerja menjelang pemilihan.
“Bekerja itu harus dimulai dari sekarang. Data harus disiapkan, kemampuan harus dibangun, karena pertarungan ke depan akan sangat ketat,”imbuh Appi yang juga Wali Kota Makassar ini.
Ia juga meminta jajaran Bappilu Partai Golkar untuk mulai melakukan pemetaan potensi calon sejak dini, mengingat komposisi suara pada 2029 akan mengalami banyak perubahan.

Dalam arahannya, Appi menekankan pentingnya modal sosial bagi calon legislator. Menurutnya, keterkenalan dan penerimaan di lingkungan masyarakat menjadi kunci utama.
Selaku Ketua Golkar Makassar, ia menilai bahwa setiap kader bebas menggunakan berbagai cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk melalui media sosial, selama tetap konsisten dan bertanggung jawab.
Appi juga menegaskan bahwa kekuatan utama Partai Golkar berada di struktur paling bawah, khususnya pimpinan kelurahan, yang menjadi garda terdepan dalam memastikan keterpilihan partai.

Appi juga menegaskan agar tidak lagi ada dikotomi antara ‘Golkar lama’ dan ‘Golkar baru’.
“Hentikan istilah itu. Hari ini yang ada adalah Golkar Kota Makassar yang solid dan ingin menang di seluruh kontestasi politik,”tegas Appi yang juga mendorong agar seluruh aktivitas kepartaian di Lasinrang kembali diaktifkan sebagai pusat konsolidasi dan penguatan organisasi.
“Makassar dengan 1,4 juta penduduk tidak mungkin kekurangan kader untuk membesarkan Golkar. Kita Golkar punya sejarah, kita punya kekuatan branding, dan hubungan antara pemerintah dan legislatif juga berjalan baik. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan semua potensi ini,”tutupnya. (jun/rif)

‎Pasang Target Pimpinan DPRD Makassar 2029


PARTAI Golkar Kota Makassar mulai menggeser fokus politiknya ke arah konsolidasi jangka panjang.
Tidak sekadar menjaga kemenangan elektoral, Partai Golkar kini memasang target lebih tinggi merebut kursi pimpinan DPRD Kota Makassar pada periode politik 2029–2030.
‎‎Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, menegaskan bahwa kekuatan utama partai berlambang pohon beringin rindang tersebut tidak berada pada figur semata, melainkan pada struktur organisasi yang hidup dan bekerja hingga tingkat kelurahan.
‎‎”Pemilu tidak dimenangkan di panggung besar, tapi di lorong-lorong di situlah kader kelurahan dan basis akar rumput bekerja,” ujar Andi Suharmika, Sabtu (20/12).
‎‎Ia menilai, kemenangan Golkar sebagai partai peraih suara terbanyak pada Pileg 2024 serta keberhasilan memenangkan Pilwali Makassar menjadi modal politik penting. Namun, menurutnya, capaian tersebut belum cukup jika tidak diikuti dengan penguasaan agenda legislatif secara penuh.
‎‎”Target kita jelas Golkar harus kembali memegang kendali politik di DPRD Itu hanya bisa dicapai kalau mesin partai bergerak sejak sekarang, bukan menjelang pemilu,” tegasnya.

‎‎Dalam pernyataannya, Andi Suharmika juga menyinggung dinamika internal partai yang selama ini kerap dibelah oleh narasi lama dan baru. Ia menilai dikotomi tersebut sudah tidak relevan dan justru berpotensi melemahkan soliditas partai.
‎‎”Golkar tidak boleh terjebak nostalgia atau klaim pembaruan yang kita butuhkan adalah satu barisan, satu agenda, dan satu tujuan menang,” katanya
‎‎Lebih jauh, Andi Suharmika menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan politik dan bimbingan teknis dengan jumlah penduduk Makassar yang mencapai sekitar 1,4 juta jiwa, ia optimistis Golkar memiliki sumber daya manusia yang lebih dari cukup untuk membangun kekuatan politik yang solid dan berkelanjungan.

‎‎”Golkar punya sejarah, punya jaringan, dan hari ini juga punya posisi strategis di pemerintahan. Tinggal bagaimana semua itu kita kelola dengan disiplin organisasi dan visi jangka panjang,” katanya.
‎‎Ia menutup dengan menegaskan bahwa konsolidasi Golkar Makassar bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian dari persiapan politik menghadapi perubahan sosial dan dinamika elektoral ke depan. “Kalau ingin memimpin, kita harus bekerja lebih awal. Politik tidak memberi ruang bagi yang terlambat,” tuturnya. (ita/rif)

Exit mobile version