pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hawatiah Hanya Rasakan Euforia Pengangkatan PPPK Sehari, Besoknya Pensiun

Setelah Mengabdi 26 Tahun

IST Hawatiah, Penyuluh KB Kelurahan Paccinongan.

GOWA, BKM — Setelah selama 26 tahun mengabdi sebagai honorer penyuluh KB untuk wilayah Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Hawatiah Daeng Bau merasakan kebahagiaan tiada tara.
Sebab baru kali ini dia merasakan memegang SK pengangkatan dirinya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW).
SK pengangkatannya itu diterima Hawatiah langsung dari tangan Bupati Gowa, Husniah Talenrang. Hawatiah yang sudah berusia 58 tahun ini hadir di apel besar penyerahan SK pengangkatan pegawai PPPK Paruh Waktu yang digelar Pemkab Gowa di lapangan Sultan Hasanuddin Jl Tumanurung, Sungguminasa pada Senin pagi (5/1).

Sayangnya, SK pengangkatan yang sudah diidam-idamkannya sejak awal pertama mengabdi sebagai honorer pada tahun 2000 silam hanya akan menjadi pajangan dirinya pernah tercatat sebagai ASN paruh waktu atau PPPK penyuluh KB. Sebab Hawatiah sudah memasuki masa pensiun di usianya itu sejak 31 Desember 2025, bulan kemarin.
Artinya, Hawatiah sudah menjalani pensiun selama lima hari ini. Pensiun pada 31 Desember 2025 namun baru menerima SK pengangkatannya pada Senin 5 Januari 2026 dan diserahkan langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

Hawatiah menerima SK pengangkatan bersama 537 penyuluh KB yang bernaung di bawah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PPKB) Kabupaten Gowa.
Secara total PPPK Kabupaten Gowa yang menerima SK pengangkatan sebanyak 3.924 orang dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Gowa.
Di antara ribuan PPPK yang menerima SK, Hawatiah mewakili para PPPK dari Dinas PPKB usai menerima SK langsung berucap syukur. Namun selain ungkapan syukur, ibu dari 4 anak, 5 cucu (suaminya baru meninggal tiga tahun lalu) ini pun berucap lirih..

”Besok saya sudah pensiun. Iya ini kado awal tahun sekaligus saya pensiun juga,” katanya.
Penyuluh KB yang selalu menyambangi warga Paccinongan untuk pendataan terkait kepesertaan KB di tengah masyarakat ini, mengaku pekerjaan sebagai penyuluh KB yang telah dijalaninya selama 26 tahun menjadi pembawa berkah atas kehidupan keluarganya.

Hawatiah betul-betul menjalankan pengabdian. Sebab penghasilannya jika dihitung normal maka hasilnya pasti tidak normal.
”Iya kalau ada yaaa ada, kalau tidak ada yang ada tapi itu sedikit. Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, yah dicukupkan untuk kebutuhan makan minum keluarga saya. Dan ternyata rejeki itu ada ada saja. Kalau tidak mencukupi kebutuhan yaa dicukupkan lah,” kata Hawatiah dengan nada ringan.
Warga Jalan Dato Taeng-Taeng, Kelurahan Paccinongan ini menjelaskan kehadirannya di dunia penyuluh dimulai pada tahun 2000 silam. Hawatiah tercatat sebagai penyuluh pada Dinas PPKB Gowa dan status penyuluhnya berawal dari kader.

”Kalau ditanya soal suka duka, banyak lah selama saya menjasi penyuluh. Kita ini sebagai penyuluh atau pendata banyak hal yang kita temukan di lapangan dan hal-hal itulah yang menjadi pengalaman hidup sebagai penyuluh. Kadang kalau lagi turun lapangan, kadang diterima baik oleh warga kadang tidak. Jadi ada juga tantangannya. Saya menjadi trenyuh karena dari sekian lama menjadi honerer penyuluh, akhirnya SK pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu pun saya terima juga. Namun sayangnya, besok saya sudah pensiun. Pelantikan hari ini sekaligus pensiun ma juga karena umur saya sudah cukup, kemarin pas tanggal 31 Desember 2025 itu masa pensiun saya. Jadi disamping rasa senang, sedih pun ada. Tapi setelah saya pensiun maka say akan kembali jadi kader PPKB seperti dulu,” terang Hawatiah berbesar hati.

Dia pun mengingat suaminya yang juga honorer Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa.
”Saya dari dulu jadi kader KB kemudian akhirnya masuk jadi penyuluh KB dan kemudian menjadi honorer penyuluh KB sejak 2000 dan sekarang 2026 ini berakhir sudah pengabdian saya. Dan rencana saya ke depan adalah kembali jadi kader KB. Karena saya telanjur suka dan senang jadi kader,” kata Hawatiah.
Dia mengaku, menjadi honorer selama 26 tahun itu sungguh luar biasa. Itulah hakikatnya mengabdi. Dan pengabdian Hawatiah bukan kaleng-kaleng.
”Selama 26 tahun ini penghasilan tidak tentu namanya juga honorer ya ikhlas ada ada saja penghasilan. Biasa juga tidak ada. Ada juga kadang rejeki tak disangka-sangka, mungkin karena saya ikhlas mengabdi. Kalau ada rejeki ada sede, kalau tidak ada ya tidak ada,” ucapnya enteng.

Selama ini untuk mengakali kebutuhannya yang kerap cukup, Hawatiah punya usaha sampingan jual telur asin.
”Harapan saya hanya selalu ikhlas dan menyerahkan kepada Allah SWT. Mungkin saja ada rejeki di tempat lain,” kilahnya sembari menyebutkan, sejumlah anaknya juga sudah terangkat seperti dirinya.

Tentang uletnya Hawatiah menjalankan tugas-tugasnya sebagai penyuluh, Kadis PPKB Gowa Sofyan Daud mengakui betul. Menurutnya, jika berbicara pengabdian maka Hawatiah betul-betul adalah pengabdi terbaik.
”Bu Hawatiah yang saya kenal adalah seorang penyuluh KB yang betul-betul pengabdian. Sebab jika berbicara soal gaji yang sangat dibawah standar, maka pasti akan memilih berhenti. Tapi seorang Hawatiah betul-betul sosok penuh sangat dan dedikasi tinggi diantara para penyuluh KB lainnya,” terang Sofyan. (sar)




×


Hawatiah Hanya Rasakan Euforia Pengangkatan PPPK Sehari, Besoknya Pensiun

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link