MAKASSAR, BKM–Politisi senior Partai Golkar Prof Dr HAM Nurdin Halid (NH) memberikan prediksi bilamana kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) terjadi tarik ulur dan berpotensi munculnya konflik jika tidak dilakukan konsolidasi internal lebih awal.
Untuk itu, NH yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini mengimbau agar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Muhiddin M Said, tidak terburu-buru menggelar Musda.
Menurut NH, konsolidasi internal lebih penting dilakukan sebelum penentuan jadwal Musda, hal tersebut disampaikan NH usai melaunching Puruhita Islamic School di Samata, Kabupaten Gowa, Sabtu (10/1) sore.
NH yang pernah tercatat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel itu menilai seluruh struktur kepengurusan perlu lebih dahulu disolidkan agar pelaksanaan Musda tidak menimbulkan persoalan baru di internal partai.
“Sebagai senior partai, kader partai, dan anggota legislatif dari Partai Golkar di Sulawesi Selatan, saya mengimbau agar disolidkan dulu seluruh struktur. Untuk apa musyawarah dilakukan jika hanya akan menimbulkan kesulitan bagi partai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa DPP Partai Golkar perlu memperhatikan kondisi objektif organisasi saat ini.
Menurutnya, Musda hanyalah alat untuk mencapai tujuan, sehingga figur yang muncul sebaiknya tidak hanya mewakili kepentingan pribadi, tetapi mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar.
“Yang terpenting bukan buru-buru musyawarah, tetapi mensolidkan dulu seluruh kader, baru kemudian musyawarah,”pinta NH.
Terkait kepengurusan DPD Golkar Sulsel saat ini, NH menilai perpanjangan masa bakti pengurus merupakan kewenangan DPP sesuai AD/ART partai.
Karena itu, ia mengimbau DPP tidak terburu-buru menggelar Musda di Sulsel sebelum konsolidasi internal dirampungkan.
Dalam kesempatan itu, NH juga menyinggung wacana pemilihan tidak langsung.
Ia menyebut Golkar sejak awal memiliki pandangan tersebut sebagai upaya menata kembali pelaksanaan demokrasi.
Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhiddin M Said, menyatakan akan membentuk pengurus harian sementara.
Langkah tersebut diawali konsolidasi internal guna mempersiapkan pelaksanaan Musda.
“Kita mau konsolidasi dulu, melengkapi pengurus sementara. Setelah itu kita cari waktu. Saya yakin Golkar akan bersatu di Sulsel,”ujar Muhiddin.
Diketahui, saat ini terdapat beberapa nama yang mencuat, diantaranya Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, mantan Wali Kota Makassar Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
Di Samata Gowa, selain launching Puruhita Islamic School, NH juga meresmikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah RA, serta Lapangan Tenis Guppi.
Hadir Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Modern Cendekia Puruhita HA Kadir Halid, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, perwakilan Dinas Pendidikan Sulsel, serta Bupati Gowa yang diwakili Asisten I. Juga hadir sejumlah politisi diantanyanya Arfandi Idris, H Asrullah Awing, Imran Tenri Tata, Irwan Muin, Jafar Sodding dan Hasan Hamido. (jun/rif)

