MAKASSAR, BKM–Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan hadir dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan digelar di Makassar 29 hingga 31 Januari 2026.
Jokowi direncanakan hadir pada hari terakhir sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta Rakernas.
Sekretaris DPW PSI Sulawesi Selatan, Indira Mulyasari, menyampaikan bahwa kehadiran Jokowi telah masuk dalam agenda penutupan kegiatan. “Insya Allah Pak Jokowi akan hadir memberikan pengarahan di hari ketiga pelaksanaan Rakernas, tanggal 31 Januari,”ujar Indira, Senin (12/1).
Indira yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini menjelaskan, Rakernas PSI akan dihadiri seluruh pengurus partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia. Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, dijadwalkan memimpin jalannya kegiatan bersama jajaran pengurus pusat.
“Ketua Umum Mas Kaesang akan hadir bersama seluruh jajaran petinggi PSI,”katanya.
Agenda Rakernas PSI akan dimulai pada 29 Januari dengan rangkaian pembukaan yang dihadiri pengurus DPP, DPW, serta anggota legislatif PSI dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 1.700 orang.
Indira menegaskan bahwa pelaksanaan Rakorwil dan Rakernas PSI menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Sulsel sebagai wilayah strategis dalam peta nasional Partai Solidaritas Indonesia.
Menurut Indira, Sulsel tidak hanya berperan sebagai tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga menunjukkan kesiapan struktur dan militansi kader hingga tingkat kabupaten dan kota.
“Sulsel ini bukan sekadar lokasi acara ji’. Kita mau buktikan kalau struktur PSI di Sulsel siap, solid, dan bisa jadi contoh untuk wilayah lain,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Rakorwil yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW dan DPD se-Sulsel menjadi bukti bahwa konsolidasi internal di wilayah telah berjalan dengan baik. Seluruh pengurus daerah, kata dia, didorong untuk bergerak serentak dan aktif menjawab tantangan politik ke depan.
“Semua DPD kita kumpulkan, kita rapikan struktur, kita samakan arah. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau Sulsel kuat, otomatis kontribusinya ke nasional juga besar,”katanya.
Ia menambahkan, kepercayaan DPP PSI menunjuk Makassar sebagai tuan rumah Rakernas 2026 menjadi pengakuan atas kerja-kerja organisasi PSI Sulsel selama ini. Hal tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi kader di daerah untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
“Tidak gampang dapat kepercayaan jadi tuan rumah Rakernas. Artinya, DPP lihat Sulsel ini siap. Tinggal bagaimana kita jaga nama baik wilayah,”tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Rakernas menjadi ruang bagi PSI Sulsel untuk menyampaikan aspirasi daerah secara langsung ke tingkat pusat, baik terkait penguatan struktur, strategi elektoral, maupun isu-isu lokal yang menjadi perhatian masyarakat Sulsel. “Di Rakernas itu kita bawa suara Sulsel. Apa yang jadi kebutuhan daerah, apa yang dirasakan kader di lapangan, itu semua kita sampaikan,”ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Rakernas dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi partai, tetapi juga bagi citra Sulsel sebagai daerah yang terbuka, ramah, dan siap menjadi pusat kegiatan nasional.
“Harapan kita, bukan cuma PSI yang dapat manfaat, tapi Sulsel juga ikut dikenal sebagai wilayah yang siap jadi tuan rumah kegiatan besar,”tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahmansyah, menambahkan bahwa Jokowi diundang dalam kapasitasnya sebagai mantan Presiden Republik Indonesia.
“Kapasitasnya Pak Jokowi hadir sebagai mantan presiden ketujuh. Saya kira itu kapasitas yang paling besar,” ujar Rahmansyah.
Ia juga menanggapi santai berbagai spekulasi publik terkait kehadiran Jokowi dalam forum partai yang kini dipimpin putranya. “Kalau orang mengaitkan bahwa ini bapaknya Kaesang, ya tidak apa-apa,”tutup mantan Anggota DPRD Sulsel ini. (ita-jun/rif)
