Site icon Berita Kota Makassar

Satu Lagi SPPG Diresmikan Wabup Gowa dan Kapolres

GOWA, BKM — Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Kecamatan Bajeng Barat segera beroperasi. Hal ini ditandai dengan diresmikannya bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) unit Bajeng Barat 01 yang berlokasi di Dusun Romang Lompoa, Kecamatan Bajeng Barat.
Peresmian tersebut dilakukan pada Minggu (11/1) oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (DM) bersama Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani serta Kapolres Gowa, AKBP Muh Aldy Sulaiman dan Ketua DPRD Gowa, Muh Ramli Rewa.

Dalam kesempatan itu, Wabup Gowa mengatakan, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Menurut DM, pembangunan SPPG di Kabupaten Gowa perlu dipercepat dan diperluas agar dapat menjangkau seluruh wilayah.
Diakui, kehadiran SPPG menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan masyarakat saat pemerintah daerah melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan.
”Semakin cepat SPPG dibangun dan beroperasi, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami berharap SPPG di Bajeng Barat ini menjadi pemicu hadirnya SPPG lain di berbagai wilayahnya,” tandas DM.

SPPG yang diresmikan merupakan SPPG Polres Bajeng Barat 01. SPPG ini merupakan hasil kolaborasi Polres Gowa dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Diakui Kapolres Gowa, AKBP Muh Aldy Sulaiman, ini merupakan komitmen Polres dan Bhayangkara Gowa dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Gowa.
Dijelaskan DM, program MBG ini berkolerasi dengan penurunan angka stunting. Wakil. Bupati Gowa yang juga sebagai Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kabupaten Gowa menjelaskan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Gowa pada 2025 turun signifikan menjadi 17 persen dari sebelumnya 21,1 persen.
Kondisi ini, menjadikan Gowa salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut, kata DM, perlu terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG ini.

DM menyebutkan, selain berdampak pada kesehatan, SPPG juga berpotensi mendorong perekonomian lokal.
Karena itu DM mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat pembangunan SPPG, serta mengajak pemerintah desa mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya melalui pengembangan peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG tersebut.
Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman, mengatakan, pembangunan SPPG Polres Bajeng Barat 01 merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, tidak hanya di bidang keamanan tapi juga sosial dan kemanusiaan.

”SPPG ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam pemenuhan gizi,” kata Kapolres.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, menyebutkan, hingga awal 2026 terdapat sekitar 60 SPPG di Kabupaten Gowa, dengan 55 unit aktif dan 8 unit baru siap operasional.

”Satu SPPG dapat mengelola anggaran Rp850 juta hingga Rp1 miliar per bulan dan menyerap puluhan tenaga kerja. Jika seluruh SPPG beroperasi optimal, perputaran ekonomi di Gowa diperkirakan bisa mencapai Rp60 miliar per bulan. Karena itu, pentinglah sinergi pemerintah daerah dalam mendukung pasokan bahan pangan, termasuk sektor pertanian, peternakan, sayur, buah serta mengatasi tantangan harga bahan pangan dan ketersediaan susu yang masih terbatas,” papar Handayani. (sar)

Exit mobile version