MAKASSAR, BKM — Sekretariat DPRD Kota Makassar mulai mengkaji jadwal kesiapan pelaksanaan kegiatan publik di Gedung DPRD Makassar, seiring rencana peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji bentuk kegiatan paling realistis dan tepat waktu untuk memperingati Isra Miraj setelah puncak peringatannya berlalu. Menurutnya, DPRD tidak ingin sekadar menggugurkan kewajiban seremoni, melainkan menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai substansi dan kebersamaan.
“Dalam waktu dekat ini akan kita lihat dan pertimbangkan momentum apa yang paling memungkinkan dilakukan setelah Isra Miraj, baik dari sisi waktu maupun kesiapan internal,” ungkapnya, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, Sekretariat DPRD Makassar telah membuka ruang koordinasi dengan pimpinan dan seluruh anggota dewan. Langkah tersebut dilakukan agar peringatan Isra Miraj tidak hanya menjadi agenda sekretariat, tetapi juga melibatkan unsur pimpinan dan legislator lintas fraksi.
“Insyaallah kami akan berkoordinasi dengan pimpinan dan seluruh anggota dewan dulu. Harapannya, peringatan Isra Miraj ini tidak sekadar formalitas, tapi betul-betul bisa diisi dengan kegiatan yang memberi nilai spiritual dan sosial,” katanya.
Ia juga tidak menampik adanya kendala teknis yang selama ini menjadi pekerjaan rumah DPRD Makassar, yakni keterbatasan kapasitas gedung. Gedung DPRD Makassar, menurutnya, hanya mampu menampung sekitar 300 orang, sehingga ruang gerak untuk menggelar kegiatan berskala besar menjadi sangat terbatas.
“Kalau kita lihat kondisi gedung yang ada, kapasitasnya memang hanya sekitar 300 orang. Ini tentu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan format kegiatan,” jelasnya.
Keterbatasan fasilitas ini, bukan hanya berdampak pada agenda keagamaan, tetapi juga kerap mempengaruhi pelaksanaan kegiatan lain, termasuk agenda publik dan kegiatan kemasyarakatan DPRD. Kondisi tersebut kembali memunculkan wacana perlunya penataan dan peningkatan sarana penunjang kelembagaan DPRD ke depan.
Sebagai langkah awal, Sekretariat DPRD Makassar memastikan akan menggelar rapat internal untuk mematangkan konsep peringatan Isra Miraj. Rapat tersebut akan membahas berbagai opsi kegiatan, mulai dari format sederhana hingga kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat secara terbatas.
“Insya Allah kami juga akan melakukan rapat internal terlebih dahulu. Dari situ nanti kita lihat, kegiatan apa yang paling memungkinkan dan paling tepat untuk dilaksanakan,”ujarnya.
Ia menegaskan, esensi peringatan Isra Miraj bagi DPRD Makassar bukan pada besarnya acara, melainkan pada pesan moral dan spiritual yang dapat dipetik dan diimplementasikan dalam kerja-kerja legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Isra Miraj itu bisa menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anggota dewan, dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab kepada masyarakat,” tuturnya. (ita)
