MAKALE, BKM — Proyek pembangunan Puskesmas Buntu Limbong senilai Rp 4,3 milyar DAK Dinas Kesehatan Tana Toraja 2025 setelah dilakukan adendum selama 50 hari hingga kini progres penyelesaiannya sudah mencapai 85,79 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Roby Rangga Padulang, Rabu (21/1) menjelaskan pihak rekanan CV Azrilva Karya Utama terus pacu penyelesaian pekerjaan. ”Saya optimis proyek Puskesmas Buntu Limbong tuntas akhir Februari 2026, ” ujar Roby.
Roby menambahkan pihaknya mengintensifkan monitoring dan mendorong proyek fisik Puskesmas Buntu Limbong segera rampung. Dengan monitororing, terbukti capaian pekerjaan menunjukkan hasil positif dan progres melaju signifikan. Demikian pula menghindari potensi beban utang daerah akhir tahun anggaran.
Terpisah Plt Kadis Kesehatan, Rudhy Andi Lolo menjelaskan, pemerintah mendesak kontraktor segera menyelesaikan pembangunan Puskesmas Buntulimbong. Dia meminta kontraktor menambah tukang agar cepat selesai agar asas manfaat segera dirasakan masyarakat.
”Keterlambatan penyelesaian proyek Puskesmas Buntu Limbong pastinya beresiko bagi rekanan kena denda sesuai peraturan, pungkasnya.
Pantauan media ini warga Karangan dan Buntu Datu sementara berobat ke Pustu Salubarani kurang lebih empat kilometer selama pekerjaan berlangsung. (gus/D)

