SOPPENG, BKM — Petani cabai di Welonge Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng mengeluhkan harga cabai besar yang mereka panen terus anjlok. Akibatnya, para petani harus rela mengalami kerugian jika harga cabai terus turun hingga mencapai titik terendah.
Saat ini harga cabai besar di tingkat petani hanya dihargai Rp 5 ribu/kg. Padahal, sebelumnya harga cabai besar mencapai Rp 10 ribu/kg. Kondisi tersebut membuat petani terpukul karena harus mengalami kerugian besar apabila harga cabai besar terus mengalami penurunan terutama saat panen raya.
Salah satu petani Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa Isman (36) mengatakan, saat ini para petani cabai sudah memasuki masa panen raya. Namun melimpahnya stok tersebut juga diikuti dengan merosotnya harga. Secara berangsur-angsur, harga cabai terus jatuh hingga saat ini hanya mencapai 5 ribu per kilogram ucapnya dengan nada sedih.
” Kalau harga terus begini modal kami tidak bisa kembali alias merugi,” terangnya.
Hal senada diungkapkan oleh Asri, petani cabai juga menurutnya penurunan harga ini memicu kerugian besar karena ongkos produksi yang tinggi tidak sebanding dengan pendapatan dari hasil panen.
Petani cabai lainnya Rahmatan, Sabtu (24/1) mengatakan kalau harga terus anjlok seperti ini rasanya kita sudah mau lagi tanam lombok tapi mau diapa itu adalah pekerjaan kami karena terkadang juga mahal
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng Andi Agus Salim kepada BKM Sabtu (24/1) mengatakan ajloknya harga cabe merah besar umumnya disebabkan oleh pasokan yang melimpah (panen raya). Selain itu bersamaan di berbagai sentra produksi akibat cuaca yang mendukung (jarang hujan), sementara permintaan pasar sedang menurun atau stabil.
”Ketidakseimbangan suplai dan permintaan ini, ditambah dengan rantai distribusi, membuat harga di tingkat petani jatuh drastis,” ujar Kadis Perindag. (ono/D)
