SIDRAP, BKM–Politisi Nasdem selaku Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif menegaskan sektor pertanian dan peternakan merupakan tulang punggung ekonomi Sidrap. Ia menyebut daerahnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan Sulawesi Selatan, tetapi juga memasok berbagai wilayah di Indonesia.
“Hasil petani dan peternak kita dikirim ke Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara, dan Jawa. Ini bukti Sidrap adalah daerah penyangga pangan nasional,”ujar Syaharuddin Alrif usai membuka Festival Tani Ternak (FTT) 2026 di Pelataran Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Selasa (10/2) malam.
Ia juga memaparkan produksi telur dan gabah Sidrap terus menunjukkan tren positif. Target produksi satu juta ton gabah ke depan, menurutnya, harus dijaga melalui kebijakan tepat, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.
Syahar-panggilan akrab Bupati Syaharuddin Alrif turut mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan FTT tanpa dukungan APBD. Ia menilai hal itu mencerminkan kuatnya ekosistem usaha serta semangat gotong royong masyarakat.
“Kalau niat baik, kerja keras, dan kolaborasi, selalu ada jalan. Festival ini bukti kegiatan besar bisa terlaksana tanpa anggaran pemerintah,”tegas Syahar yang juga Ketua DPW Nasdem Sulsel ini.
Festival yang mengusung tema ‘Tanam, Panen, Hilirisasi untuk Sidenreng Rappang Maju dan Sejahtera,’ ini menjadi panggung besar kolaborasi sektor pertanian dan peternakan di Bumi Nene Mallomo.
Pembukaan dilakukan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Jamaluddin Al Afghani, mewakili Kementerian Pertanian RI.
Selain bupati, juga hadir Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres AKBP Fantry Taherong, Sekda Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta berbagai elemen pelaku usaha dan masyarakat.
Ketua Panitia FTT 2026, Andi Patahangi, mengungkapkan festival tahun ini diikuti 36 tenant dari berbagai sektor, mulai penyedia sarana produksi pertanian, peternak, organisasi layer, penyedia alsintan, pelaku penggilingan, BUMN seperti Perum Bulog, hingga komunitas pecinta hewan.
“Target awal kami minimal 30 peserta, alhamdulillah tercapai 36 tenant. Yang membanggakan, kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan pendukung,”ujarnya.
Ia menjelaskan pembiayaan festival berasal dari partisipasi peserta yang dikelola event organizer. FTT dirancang sebagai ruang temu antara petani, peternak, penyedia sarana produksi, perbankan, dan masyarakat guna mendorong kolaborasi sekaligus transaksi langsung di lokasi.
Tak hanya pameran, festival juga menghadirkan layanan gratis seperti vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, pelayanan KTP digital, hingga tera timbangan. Beragam kegiatan edukatif turut digelar, mulai talkshow agribisnis, promosi produk, hingga pameran alsintan, benih, pupuk, dan obat-obatan pertanian.
Sementara itu, Jamaluddin Al Afghani menilai konsep FTT sebagai inovasi yang belum banyak dilakukan daerah lain. Ia menyebut Sidrap sebagai pionir festival yang mengintegrasikan produksi, promosi, dan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan. “Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah. Hilirisasi penting agar nilai tambah dirasakan langsung petani dan peternak,”jelasnya.
FTT 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 12 Februari dan menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-682 Kabupaten Sidrap. Selain pameran dan layanan publik, pengunjung juga dapat menikmati display hewan kesayangan, pentas seni, serta berbagai kegiatan sosialisasi edukatif dari peserta festival. (ady/rif/c)

