MAROS, BKM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maros memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh satuan pendidikan.
Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari peringatan dini cuaca ekstrem Sulawesi Selatan pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026 serta status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Maros.
”Langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah,” katanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan pembelajaran pada seluruh satuan pendidikan diliburkan sementara mulai 25 hingga 28 Februari 2026 dan dialihkan ke sistem daring. Pelaksanaan PJJ tetap mengikuti jadwal pelajaran yang berlaku.
”Dengan panduan dan materi disampaikan melalui platform atau metode pembelajaran yang digunakan masing-masing sekolah,” imbuhnya.
Selain itu, kepala sekolah diminta memastikan lingkungan sekolah dalam keadaan aman serta melakukan langkah antisipatif terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.
”Orang tua/wali peserta didik diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di rumah,” tuturnya.
Meski pembelajaran dialihkan secara daring, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Namun, mekanismenya disesuaikan.
Asri menjelaskan, orangtua siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil paket makanan sehat yang telah disiapkan. Distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dilakukan setiap tiga hari sekali.
Ia menambahkan, apabila kondisi cuaca telah dinyatakan aman, kegiatan pembelajaran akan kembali dilaksanakan seperti biasa dan akan diinformasikan lebih lanjut.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menyebutkan, saat ini wilayah Sulawesi Selatan masih berada pada puncak musim hujan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya intensitas hujan berdasarkan akumulasi curah hujan bulanan.
Selain intensitas hujan yang tinggi, puncak musim hujan juga disertai potensi angin kencang dan petir yang cukup tinggi.
Kendati demikian, ia memperkirakan intensitas hujan tidak akan terlalu ekstrem karena tidak ada pengaruh kuat dari fenomena El Nino maupun La Nina.
”Kondisi cuaca netral, tidak ada El Nino maupun La Nina yang mendominasi,” katanya.
Syamsul menambahkan, sejumlah wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan juga mulai memasuki puncak musim hujan, di antaranya Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru.(ari/c)
