GOWA, BKM — Upaya bupati Gowa menggali pendapatan daerah lewat misi pengembangan potensi kepariwisataan Kabupaten Gowa terus dilakukan.
Setahun kepemimpinannya, Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin (Hati Damai) terus belajar untuk membenahi dan membangun potensi besar Gowa di berbagai sektor, terkhusus pariwisata.
Kali ini bupati Gowa ke-11 menjalankan trik yang sangat tepat dan menggunakan misi strategis membangun Gowa lebih maju lagi.
Salah satu pilihan Husniah yang dijadikan sebagai partner untuk memuluskan marketing kepariwisataan adalah kalangan jurnalis dan influencer.
Para jurnalis dan influencer dirangkul dan disatukan dalam giat Gowa Collaboration Iftar 2026 yang digelar khusus untuk para jurnalis dan influencer pada Sabtu petang (28/2) di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Jalan Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu.
Di hadapan para jurnalis baik media cetak, media online, media televisi dan elektronik lainnya serta para influencer terdiri dari konten kreator, tiktokers, selebgram, youtuber dan lainnya, Husniah memberikan pemaparan tentang keinginannya menasionalisasi destinasi wisata di Kabupaten Gowa.
Salah satu yang menjadi jualannya adalah event Beautiful Malino yang tahun 2026 ini kembali masuk Kharisma Event Nusantara (KEN).
Event ini adalah event destinasi wisata seluruh nusantara yang digelontorkan Kementerian Pariwisata dengan tujuan meningkatkan citra pariwisata Indonesia, menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, memberdayakan seniman dan komunitas seni serta mendorong UMKM.
KEN adalah program strategis Kementerian Pariwisata yang mengurasi 125 event daerah unggulan dari 38 provinsi di Indonesia (data 2026) untuk meningkatkan pariwisata, melestarikan budaya dan menggerakkan ekonomi lokal.
Pasca event Beautiful Malino 2025 kemarin, sukses mendatangkan pengunjung 115.102 orang dengan meraup transaksi senilai Rp11,3 miliar.
Husniah mengatakan, dirinya sengaja mengajak para jurnalis dan influencer untuk berkolaborasi membantu pemerintah daerah meningkatkan sektor pariwisata.
”Pariwisata di Gowa, Alhamdulillah sudah sangat baik. Pariwisata kita mengalami tren kenaikan yang sangat signifikan dari 10,29 persen menjadi 31,11 persen. Artinya ini adalah peluang terbaik kita untuk kedepannya lebih memperbaiki lagi. Saya ambil contoh Beautiful Malino di 2025 kemarin pengunjungnya sangat naik setelah kita menambah harinya menjadi lima hari. Dan pengunjung itu mencapai 115.102 orang yang sebelumnya tidak sampai 20.000 orang. Alhamdulillah ini memicu semangat saya untuk bisa meningkatkan potensi PAD dan pariwisata Gowa,” kata Husniah.
Karena alasan itu, bupati Gowa mengajak keterlibatan jurnalis dan influencer sebab itu menjadi salah satu strategis marketing pariwisata.
”Bagi saya, teman-teman jurnalis dan influencer ini memiliki strategi marketing luar biasa. Kita punya tujuan bersama bagaimana kita saling mensupport dengan memandang Gowa dari sisi positif bukan negatifnya. Dan saya yakin dengan kolaborasi ini pariwisata Gowa akan melaju kencang di nasional,” ucap Husniah.
Masuknya event Beautiful Malina Gowa pada KEN tahun 2026 ini bagi Husniah adalah satu kesyukuran dan kebanggaan bahkan membuat dirinya sangat senang.
Tentunya after pengumumannya yang dilakukan Kemenpar sebulan lalu, membuatnya langsung mengajak teman-teman untuk berdiskusi karena dirinya tidak mau semuanya tergantung pada pemerintah, karena keterbatasan anggaran dan keuangan daerah (efisiensi).
”Karena itu, saya membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak ketiga untuk sama-sama menjadi sponsor di Beautiful Malino. Apalagi anggaran untuk event ini turun. Tidak bisa kita naikkan lagi. Jadi terpaksa kita turunkan anggarannya karena efisiensi itu. Lebih bagus kita fokus pada pelayanan dasar lainnya seperti jalan dan sebagainya untuk diselesaikan dibandingkan memaksakan menaikkan anggaran event ini. Tapi bukan berarti event ini kita sepelekan, tidak. Malahan kita berupaya lebih semarak dari tahun kemarin,” jelas Husniah.
Keinginan bupati Gowa menggelar Beautiful Malino lebih semarak dari tahun kemarin meski anggaran kurang. Salah satu yang akan dilakukan adalah mengurangi pula durasi hari pelaksanaan event. Jika semula lima hari maka tahun ini eventnya hanya digelar tiga hari.
Sekadar diketahui, event Beautiful Malino yang diikuti Kabupaten Gowa sejak 2017 dipatok anggaran dalam APBD Gowa sebesar Rp1 miliar.
Anggaran ini bertahan dialokasikan hingga pelaksanaan Beautiful Malino 2025. Namun karena tahun 2026 ini pemerintah pusat mengurangi anggaran DAK, sehingga Pemkab Gowa pun melakukan pemangkasan anggaran di seluruh SKPD hingga 70 persen. Dengan dasar itu, anggaran Beautiful Malino pun harus dipangkas.
”Soal berapa anggaran yang akan kita alokasikan pada event tahun ini, kita belum bisa pastikan jumlahnya, yang jelas tidak seperti tahun sebelumnya sebab anggaran turun karena efisiensi. Tapi Insya allah kita tetap berupaya maksimalkan pelaksanaan Beautiful Malino ini. Makanya (a buka ruang bagi pihak ketiga sebagai sponsor,” tuturnya.
Diakui Husniah, pelaksanaan event kemarin tentu banyak pengalaman dan akan menjadi bahan evaluasi. Yang pertama adalah soal kebersihan. Namanya saja pusat wisata, tentu kebersihan harus dimaksimalkan agar pengunjung merasa nyaman.
Kedua adalah keamanan dimana pengunjung tidak was-was akan kehilangan kendaraan motor misalnya. Dan ketiga adalah kolaborasi dengan semua stakeholder karena Malino ini jalanannya sempit sehingga butuh sinergi bersama bagaimana pengunjung tetap berkendara dengan leluasa tanpa hambatan di jalur sempitnya poros menuju Malino.
‘”Nah, kolaborasi ini yang saya mau. Semuanya harus bersinergi supaya orang merasa ke Malino itu tidak terasa 10 hari karena capek di jalan,” imbuh bupati Gowa sambil berbuka bersama para jurnalis dan influencer yang hadir. (sar)

