MAKASSAR, BKM–Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto, menyatakan dirinya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kemenangan partai tersebut pada pemilihan eksekutif maupun legislatif di Provinsi Sulawesi Selatan.
Danny, mengatakan saat ini fokus utama PDIP di daerah adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah.
“Sekarang fokus kita konsolidasi hingga tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. Itu merupakan infrastruktur utama partai,”ujarnya Danny ketika ditemui dalan sebuah acara di Hotel Claro Makassar baru-baru ini.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode ini menjelaskan konsolidasi tersebut terus berjalan di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Targetnya, seluruh proses penguatan organisasi dapat rampung dalam tahun ini.
Menurut Danny, selain penguatan struktur partai, PDIP juga mulai melakukan langkah-langkah elektoral dengan menangkap berbagai aspirasi masyarakat yang berkembang secara cepat.
“Partai politik harus mampu menjawab aspirasi masyarakat. Saat ini perubahan kebutuhan masyarakat sangat cepat dan mendesak, sehingga isu-isu tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab kita dalam kerja elektoral,”katanya.
Danny juga mengungkapkan bahwa PDIP mulai menyiapkan proses penjaringan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) lebih awal di sejumlah daerah.
Bahkan, di beberapa kabupaten telah dilakukan perekrutan bakal calon legislatif sebagai bagian dari strategi menghadapi persaingan politik yang semakin dinamis.
Ia menilai langkah tersebut penting karena komposisi pemilih saat ini didominasi generasi muda dan perempuan.
“Dalam prediksi voters, sekitar 62 persen adalah pemilih muda dan perempuan. Generasi seperti Gen Z, milenial, hingga Gen Alpha memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai,”ujarnya.
Menurut Danny, struktur kepengurusan PDIP di Sulawesi Selatan juga didominasi generasi muda.
“Kalau dilihat dari komposisi pengurus, sekitar 60 sampai 70 persen adalah anak muda,”katanya.
Meski demikian, ia mengakui dinamika politik di Sulawesi Selatan terus mengalami perubahan, termasuk munculnya partai-partai baru yang dapat memengaruhi komposisi suara.
Namun, ia menegaskan PDIP tidak melihat kondisi tersebut sebagai ancaman, melainkan sebagai dinamika politik yang harus dihadapi dengan adaptasi strategi.
“Dalam politik kita harus mampu beradaptasi dengan situasi baru. Siapa yang mampu beradaptasi, dialah yang unggul,”ujarnya.
Danny juga menambahkan bahwa berbagai kebijakan strategis partai di tingkat nasional tetap menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sementara struktur di daerah menjalankan instruksi tersebut secara konsisten.
“Dalam konteks kebijakan nasional itu kewenangan DPP. Kami di daerah menjalankan dan mengikuti arahan partai,”pungkas mantan Calon Gubernur Sulsel ini.(rif)

