SINJAI, BKM – Pemerintah Kabupaten Sinjai kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga tradisi religius sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat. Di bawah kepemimpinan perempuan, Hj. Ratnawati Arif, suasana malam di Bumi Panrita Kitta berubah menjadi lautan cahaya dan gema religius saat ratusan peserta mengikuti pawai takbir keliling, Jumat (20/3/2026) malam.
Kegiatan yang digelar bersama Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) ini dimulai dari ikon daerah, Masjid Agung Nujumul Ittihat Cakkempong di Jalan Persatuan Raya. Ribuan warga dari berbagai penjuru hadir, menciptakan harmoni lantunan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai penutup perjalanan spiritual Ramadan.
Di tangan kepemimpinan Ratnawati, pawai takbir tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Ia diarahkan sebagai instrumen penguatan identitas daerah dan ruang silaturahmi masyarakat secara luas. Antusiasme warga yang tinggi menjadi indikator kuat bahwa pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan berbasis nilai berhasil dijalankan.
“Kegiatan ini adalah identitas kita. Lewat gema takbir ini, kita tidak hanya merayakan kemenangan, tapi juga mempererat simpul kebersamaan dan nilai religius yang menjadi fondasi masyarakat Sinjai,” ungkap Bupati Ratnawati dengan penuh semangat.
Pendekatan kepemimpinan yang tegas namun terukur juga terlihat dari perhatian pemerintah terhadap aspek keamanan. Pemerintah Kabupaten Sinjai memastikan kegiatan berjalan tertib melalui imbauan langsung kepada masyarakat.
“Rayakan dengan sukacita, tapi tetap jaga keselamatan. Patuhi aturan lalu lintas agar malam kemenangan ini tetap kondusif dan penuh berkah bagi kita semua,” tambahnya.
Sinergi lintas sektor turut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. Sejumlah pejabat daerah hadir mendampingi, di antaranya Andi Mahyanto Mazda, Andi Jusman, serta unsur Forkopimda dan pimpinan OPD. Kehadiran mereka menegaskan soliditas pemerintahan daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya untuk terus membangun daerah berbasis nilai religius, kebersamaan, dan kepemimpinan yang adaptif. Pawai takbir keliling tidak hanya menjadi simbol kemenangan, tetapi juga representasi keberhasilan tata kelola pemerintahan yang mampu menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat menuju Idul Fitri 1447 H dengan semangat persaudaraan yang lebih kuat.
