SINJAI, BKM — Pemerintah Kabupaten Sinjai mempercepat penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tahun 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak, di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (1/4).
Rapat dipimpin Sekkab Andi Jefrianto Asapa dengan fokus penguatan koordinasi lintas sektor untuk menekan penyebaran kasus serta melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak.
Dalam pembahasan, pemerintah mematangkan rencana imunisasi massal sebagai respons darurat. Strategi yang disusun mencakup percepatan cakupan imunisasi, pemetaan wilayah berisiko tinggi, hingga kesiapan tenaga kesehatan di lapangan.

Sekkab Andi Jefrianto menekankan pentingnya ORI Campak sebagai upaya memutus rantai penularan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat dinilai krusial untuk mendorong partisipasi dalam program imunisasi.
Dikatakan juga bahwa, pelaksanaan ORI Campak merupakan langkah strategis dan memerlukan respon cepat, terkoordinasi dan komprehensif guna mencegah perluasan penularan serta memutus rantai penularan dan melindungi anak-anak dari risiko kesakitan, kecacatan, bahkan kematian akibat campak.
“Kondisi yang kita hadapi sekarang ini adalah kejadian luar biasa olehnya dibutuhkan kerja keras, tepat dan terukur. Saya tidak ingin ada kegiatan yang hanya bersifat seremonial, tapi yang harus dilakukan adalah hasil nyata dilapangan,” tegasnya.

Pelaksanaan ORI Campak dijadwalkan berlangsung hingga 14 April 2026 dengan target 9.252 anak usia 9–59 bulan.
Data Dinas Kesehatan mencatat, sepanjang Januari hingga 28 Maret 2026 terdapat 58 kasus campak yang tersebar di 18 desa dan kelurahan. Dua wilayah ditetapkan sebagai lokasi KLB, yakni Desa Alenangka dan Kelurahan Bongki. Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran Dinas Kesehatan, sejumlah kepala OPD terkait, camat, kepala puskesmas, serta Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten dan kecamatan. (din/C)

