MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif, menegaskan isu terkait dugaan akuisisi partai yang belakangan beredar tidak benar dan menyesatkan.
Syaharuddin menyampaikan bantahan tersebut menyusul munculnya narasi yang dinilai merugikan citra partai, termasuk framing yang menggambarkan Nasdem seolah-olah telah berubah menjadi entitas komersial. “Tidak benar ada akuisisi atau pertukaran kepentingan seperti yang berkembang. Partai ini tetap berdiri pada prinsip dan idealisme yang selama ini dijaga,”ujar Syahar-panggilan akrab SYaharuddin Alrif, Selasa (14/4).
Syahar menilai, pemberitaan yang beredar telah membentuk opini publik secara tidak proporsional dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi partai.
Menurut Syahar yang juga Bupati Sidap ini, kader Nasdem di berbagai daerah juga menyampaikan keberatan atas narasi tersebut.
Mereka menilai ada upaya yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik dalam menggambarkan posisi dan arah partai. “Ini bukan sekadar kritik, tapi sudah mengarah pada pembentukan opini yang tidak berdasar. Kami tentu keberatan karena menyangkut marwah organisasi,”ujarnya.
Mantan Wakil Ketua I DPRD Sulsel ini menegaskan, Nasdem tetap berkomitmen menjalankan peran politiknya secara profesional dan tidak didasarkan pada kepentingan pragmatis semata.
Selain itu, kader dan pengurus Nasdem secara nasional juga menyuarakan sikap tegas dengan meminta adanya klarifikasi serta tanggung jawab atas narasi yang dinilai merugikan tersebut.
Seperti diketahui dalam laporan utama Tempo edisi 13-16 April 2026, baik judul dan foto cover halaman depan, serta isi tulisan dari rangkuman dan analisis dalam laporan utama, terdapat catatan sebagai berikut.
Pertama, Tempo telah melakukan upaya pelecehan secara sistematis, dengan maksud merendahkan martabat pimpinan dan institusi Partai Nasdem.
Kedua, Dengan menampilkan judul cover ‘PT Nasdem Indonesia Raya TBK’, jelas secara sengaja memframing Partai Nasdem hanya sebagai lembaga komersial semata. Hal ini jelas bertentangan dengan esensi yang terkandung dalam kaidah-kaidah Partai Nasdem.
Ketiga, Dari keseluruhan isi yang ditulis dalam laporan utama Tempo, dengan sengaja membentuk opini, bahwa Partai Nasdem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
Dari itu semua, jelas-jelas Tempo menampilkan jurnalisme yang bersifat insinuatif dan tidak bertanggung jawab, serta jauh dari kaidah-kaidah etika jurnalisme yang baik.
“Untuk itu, kami segenap kader Partai Nasdem mengutuk keras Majalah Tempo, dan menuntut agar Majalah Tempo, secara tertulis, meminta maaf kepada Pimpinan dan Partai Nasdem serta meminta dengan sangat untuk tidak mengulangi di kemudian hari. (rif)

