SINJAI, BKM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai bergerak cepat dalam merespons penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Melalui imbauan strategis, Pemkab Sinjai mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan program imunisasi guna memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai. Di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Senin (20/4/2026) pagi, ia menginstruksikan seluruh jajaran ASN menjadi motor penggerak informasi di lingkungan masing-masing.
Andi Jefrianto meminta agar masyarakat segera memastikan anak usia 5-59 bulan mendapatkan imunisasi, terutama bagi keluarga yang baru saja kedatangan tamu dari luar daerah.
“Dari data Dinkes kita mendapatkan kiriman dari luar, saya harap untuk segera melakukan imunisasi campak, begitu juga dengan keluarga pendatang, agar memanggil petugas Home Care dan Home Visit,” ujarnya.
Kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul adanya laporan di beberapa kelurahan di Kecamatan Sinjai Utara yang sempat kedatangan tamu dengan kondisi membawa penyakit campak yang berpotensi menular. Sebagai solusi konkret, Pemkab Sinjai telah menyiagakan layanan jemput bola melalui petugas Home Care dan Home Visit untuk memberikan kemudahan akses bagi warga.
Komitmen Pemkab Sinjai dalam bidang kesehatan ini dibuktikan dengan capaian imunisasi yang sangat memuaskan. Hingga saat ini, progres imunisasi di Kabupaten Sinjai terus menunjukkan tren positif sebagai bagian dari perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman penyakit menular.
“Saya berharap ini menjadi perhatian kita semua. Kita ingin menciptakan Sinjai yang sehat dan Sinjai yang sejahtera,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru per tanggal 9 April 2026, capaian imunisasi campak di Kabupaten Sinjai dilaporkan telah menembus angka 100 persen. Angka ini secara signifikan melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 95 persen, sekaligus mengukuhkan dedikasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di Bumi Panrita Kitta.

