Site icon Berita Kota Makassar

RS Mata Butuh 30 Ribu Liter Air

MAKASSAR, BKM — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan RI serta PDAM Kota Makassar, akhir pekan kemarin.
Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya pemenuhan kebutuhan air bersih untuk Rumah Sakit Mata Makassar yang berada di kawasan Tallasa City.
Rapat digelar di Ruang Direktur Utama PDAM Kota Makassar di Jalan Ratulangi.

Dalam diskusi tersebut, ketersediaan air bersih menjadi sorotan utama karena berperan penting dalam menunjang kelancaran operasional layanan kesehatan di rumah sakit.
Perwakilan Kementerian Kesehatan melalui manajemen RS Mata Makassar memaparkan bahwa kebutuhan air harian rumah sakit berkisar antara 20 hingga 30 meter kubik, atau setara 20.000 sampai 30.000 liter per hari. Jumlah tersebut juga mencakup cadangan untuk mengantisipasi gangguan distribusi air.

Air bersih digunakan untuk berbagai keperluan vital, mulai dari pelayanan pasien seperti rawat inap dan sanitasi, layanan medis seperti ruang operasi dan instalasi gawat darurat, hingga fasilitas penunjang seperti laundry, dapur, dan proses sterilisasi alat kesehatan.

Namun, sejak Januari 2026, rumah sakit tidak lagi dapat mengandalkan sumber air dari sumur dalam akibat kerusakan pompa yang disebabkan tingginya kandungan kapur. Kondisi ini membuat pihak rumah sakit harus membeli pasokan air dari pihak ketiga dengan biaya sekitar Rp1,9 juta per hari untuk memenuhi kebutuhan sekitar 30.000 liter.
Sementara itu, jaringan PDAM belum sepenuhnya menjangkau kawasan Tallasa City. Meski terdapat dua potensi sumber suplai, yaitu dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan dan kawasan permukiman di belakang rumah sakit, proses uji tekanan air belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa keberadaan RS Mata Makassar merupakan hasil perjuangan panjang bersama Komisi IX DPR RI. Oleh karena itu, ia menilai keberlangsungan operasional rumah sakit, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih, merupakan tanggung jawab bersama.

Ia menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan tersebut lahir dari aspirasi banyak pihak, sehingga sudah sepatutnya seluruh kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi secara optimal.
Melalui rapat ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Kesehatan, dan PDAM Kota Makassar untuk menghadirkan solusi berkelanjutan demi mendukung pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh jajaran manajemen PDAM Kota Makassar, termasuk Direktur Keuangan Andi Syahrum Makkuradde, Dewan Pengawas Wirda Fauzah Madjid, serta pejabat lainnya. Dari pihak RS Mata Makassar, hadir Direktur Utama A Tenrisanna Devi Indira bersama tim manajemen. (rhm)

Exit mobile version