MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menandatangani kontrak pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Gowa. Proyek strategis ini disiapkan untuk memperkuat jangkauan layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Sulsel.
“Saat ini baru masuk proses persiapan penandatanganan kontrak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evi Mustikawati Arifin, Selasa (12/5).
Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut akan dipusatkan di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. Tahapan perancangan dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ini setelah seluruh kelengkapan administrasi dan persiapan lapangan dinyatakan rampung.
Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp160 miliar untuk pembangunan fisik rumah sakit tersebut. Fasilitas ini didesain sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur beserta berbagai sarana penunjang medis lainnya.
Proses pengerjaan fisik bangunan ditargetkan selesai dalam waktu 450 hari kalender. Berdasarkan kontrak kerja tersebut, gedung rumah sakit diproyeksikan mulai berfungsi penuh pada 2027 mendatang.
“Rumah sakit ini segera dapat difungsikan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan,” ujar Evi.
Adapun sebagai perusahaan kontraktor konstruksi menjadi pemenang tender pembangunan RS Regional Wilayah Selatan adalah PT Tuju Wali Wali.
Pihak PT Tuju Wali Wali pun telah mendatangi Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) penyedia pemenang tender di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, beberapa waktu lalu.
Head Business Unit Tuju Wali Wali, Iskandar mengatakan PT Tuju Wali-Wali siap memulai pengerjaan fisik dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 450 hari kerja.
“Kita membangun rumah sakit yang representatif,” kata Iskandar, usai penandatanganan surat SPPBJ dikantor Gubernur.
Pemilihan PT Tuju Wali-Wali didasarkan pada pengalaman panjang dalam membangun fasilitas kesehatan modern, termasuk portofolio pembangunan RS Primaya di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Hertaning, serta RSUD Konawe Kepulauan.
Iskandar berharap, koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak kontraktor dapat berjalan selaras.
“Semoga Tuju Wali Wali ke depan tetap menjadi kontraktor yang expert melakukan pembangunan rumah sakit sejenis,” tutupnya. (jun)

