Site icon Berita Kota Makassar

Langkah Nyata Bupati Ratnawati Arif Hadirkan Solusi Permanen Banjir di Sinjai

Sinjai, BKM– Pemerintah Kabupaten Sinjai di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda terus bergerak cepat merealisasikan solusi permanen untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah ibu kota kabupaten. Langkah konkret ini diwujudkan melalui komitmen penuh pemda dalam mengawal penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) untuk pembangunan embung pengendali banjir di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.

Keseriusan jajaran Pemkab Sinjai ini dibahas mendalam dalam Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang digelar di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara Dinas PUPR Kabupaten Sinjai dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Kementerian PUPR RI.

Kepala Dinas PUPR Sinjai, H. Haris Achmad, menyampaikan bahwa proyek strategis ini akan didanai melalui satu kali penganggaran oleh BBWS Pompengan Jeneberang. Melalui penyusunan DED dan LARAP, pemda memastikan seluruh aspirasi masyarakat terakomodasi dengan baik sebagai dasar penyusunan desain teknis proyek.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyusun DED dan LARAP pengendalian banjir. Sebagaimana kita ketahui, hampir setiap tahun ibu kota Sinjai dilanda banjir. Dengan adanya embung ini, diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, Bupati Sinjai telah menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan total, baik dalam hal kebijakan maupun koordinasi lintas sektor, demi percepatan pembangunan kolam retensi tersebut.

“Pemkab Sinjai khususnya Ibu Bupati berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun koordinasi lintas sektor. Harapannya, pembangunan embung atau kolam retensi ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Haris.

Gayung bersambut, Kepala Bidang PJSA BBWS Pompengan Jeneberang, Sularifin, mengapresiasi langkah pemda yang melibatkan masyarakat secara aktif. Masukan dari warga dinilai sangat penting agar dokumen perencanaan yang disusun benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi rill di lapangan.

“Masukan ini akan menjadi bahan referensi dan pertimbangan agar perencanaan penanganan banjir dapat dipotret secara langsung sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

Sularifin juga menekankan pentingnya sinergi ini agar tahapan administrasi dapat segera rampung sehingga pengerjaan fisik di lapangan bisa langsung dimulai.

“KPM DED dan LARAP hari ini merupakan salah satu syarat utama pelaksanaan kegiatan fisik dan konstruksi. Makanya sangat penting masukan yang diberikan kepada kami untuk proses pembangunannya nanti,” jelasnya.

Untuk memastikan kesiapan di tingkat wilayah, Pertemuan Konsultasi Masyarakat ini turut dikawal langsung oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perkimtan Sinjai Andi Sarifuddin, Kepala Bidang SDA PUPR Sinjai Andi Najamuddin, Camat Sinjai Utara Agus Salam, Camat Bulupoddo Asrullah, para Lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Exit mobile version