Site icon Berita Kota Makassar

Sinergi Kebudayaan di Benteng Balangnipa, Bupati Ratnawati Siap Kolaborasi Hidupkan Tradisi Leluhur

Sinjai, BKM– Situs bersejarah Benteng Balangnipa di Kelurahan Balangnipa bersiap menjadi pusat perhatian para pencinta adat. Langkah ini menyusul respon cepat dan positif dari jajaran eksekutif daerah dalam mengawal pelestarian nilai-nilai sejarah di Kabupaten Sinjai agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Komitmen pelestarian budaya ini mengemuka saat Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif menerima audiensi pengurus Lembaga Pemerhati Pusaka, Adat, dan Budaya “Karpet Kuning” di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (03/06/2026). Pertemuan tersebut membahas matang rencana pelaksanaan Mattompang Bersama atau ritual pembersihan benda pusaka yang akan digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang.

Melalui ruang dialog ini, gerbang kerja sama antara pemangku kebijakan dan komunitas adat terbuka lebar. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan situs-situs bersejarah di Sinjai kembali berdenyut dengan aktivitas literasi budaya dan kearifan lokal.

“Alhamdulillah Bupati Sinjai menyambut hangat dan merespon positif inisiatif yang diinisiasi oleh Lembaga Karpet Kuning. Beliau bahkan menginginkan kedepan ada kolaborasi untuk menghadirkan agenda-agenda kebudayaan lain yang lebih besar,” ungkap Hasnaun Hanafi perwakilan Pemerhati Pusaka usai bercengkrama dengan Bupati Sinjai.

Keterbukaan sikap yang ditunjukkan oleh nakhoda pemerintahan di Sinjai ini dinilai menjadi angin segar bagi para pegiat budaya. Dukungan moral dan ruang yang diberikan oleh bupati menjadi bukti nyata bahwa aspek kesejarahan mendapat porsi perhatian yang penting dalam pembangunan daerah.

“Kami dari Organisasi Pemerhati Pusaka dan Budaya, sabtu dekat ini akan mengadakan Mattompang bersama, untuk menghidupkan situs-situs sejarah,” ungkap Hasnaun Hanafi.

Dengan terjalinnya kesepahaman ini, pihak penyelenggara optimistis ekosistem kebudayaan di Bumi Panrita Kitta akan semakin hidup. Hubungan harmonis antara elemen masyarakat pemelihara adat dengan jajaran birokrasi diharapkan terus berlanjut demi mewariskan identitas asli daerah kepada generasi muda secara berkesinambungan.

Exit mobile version