Sinjai, BKM– Sektor pertanian di wilayah dataran tinggi Kabupaten Sinjai mendapat suntikan segar berupa peningkatan infrastruktur pengairan. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar jajaran eksekutif dalam menggenjot produktivitas lahan dan memastikan kesejahteraan para petani lokal tetap terjaga.
Kepastian perbaikan infrastruktur tersebut ditandai melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, pada Kamis, 4 Juni 2026. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini menyasar area kerja Kelompok Tani Bondu sebagai penerima manfaat langsung.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, H. Kamaruddin menjelaskan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut merupakan program bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi kelompok tani.
“Alhamdulillah hari ini Ibu Bupati Sinjai melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi jaringan irigasi pada Kelompok Tani Bondu. Pekerjaan yang akan dilaksanakan sepanjang kurang lebih 200 meter ini bertujuan meningkatkan fungsi dan efektivitas jaringan pengairan yang selama ini menjadi penopang aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.
Program peningkatan infrastruktur ini dikerjakan secara transparan dengan menerapkan sistem swakelola. Pendekatan tersebut sengaja dipilih agar masyarakat lokal terlibat langsung sejak awal proses pengerjaan fisik di lapangan.
“Pola pengerjaannya dilaksanakan langsung oleh kelompok tani. Jadi bantuan dari Kementerian Pertanian ditransfer langsung ke rekening kelompok tani untuk dikelola dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” jelasnya.
Melalui perbaikan sistem pengairan yang lebih representatif, jajaran dinas teknis optimistis indeks pertanaman di kawasan tersebut dapat meningkat secara signifikan dari musim-musim sebelumnya.
“Kami berharap dengan adanya perbaikan irigasi ini, hasil produksi pertanian bisa meningkat. Dengan kondisi irigasi yang lebih baik, minimal petani bisa melakukan tanam dua kali dalam setahun, bahkan kalau memungkinkan hingga tiga kali musim tanam,” harapnya.
Kehadiran program stimulus ini tidak lepas dari gerak cepat nakhoda pemerintahan di Sinjai. Hasil koordinasi dan lobi intensif bupati ke level kementerian beberapa waktu lalu sukses mengamankan sekitar 10 paket rehabilitasi jaringan irigasi pada tahap pertama untuk disebar ke berbagai sentra pertanian di Sinjai.
Merespons realisasi bantuan dari pusat pada 4 Juni 2026 tersebut, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sektor pertanian di Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, ketersediaan jaringan irigasi yang memadai menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pembangunan dan rehabilitasi irigasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya para petani. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” ujar Ratnawati.
Pihak pemerintah daerah berharap seluruh proses pengerjaan fisik di lapangan dapat berjalan tanpa kendala agar pemanfaatan air untuk mengairi persawahan warga bisa segera berjalan optimal.
“Semoga pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para petani yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian,” harapnya.
