MAKASSAR, BKM–Tumpukan sampah yang terus bermunculan di kawasan Losari menjadi perhatian serius Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang.Meski pembersihan dilakukan setiap hari, berbagai jenis sampah rumah tangga masih kerap ditemukan memenuhi pesisir ikon wisata Kota Makassar tersebut.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengaku prihatin dengan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan ke laut maupun kanal.
Menurutnya, sampah yang menumpuk di Pantai Losari bukan hanya berasal dari aktivitas di kawasan tersebut, melainkan merupakan sampah kiriman dari berbagai wilayah pesisir dan permukiman yang berada di sepanjang aliran kanal.
“Kalau masyarakat membuang sampah ke kanal, pada akhirnya sampah itu akan bermuara ke laut. Saat arus bergerak, sampah-sampah tersebut terbawa dan menumpuk di Pantai Losari,” ujar Nanin saat diwawancarai Selasa (2/6).
Ia menegaskan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena Pantai Losari merupakan salah satu ikon utama Kota Makassar yang selalu menjadi tujuan wisatawan maupun ruang publik bagi warga.
“Yang disayangkan, Losari adalah wajah Kota Makassar. Tempat ini harus selalu bersih dan nyaman untuk semua orang,” katanya.
Lebih jauh, Nanin mengungkapkan bahwa jenis sampah yang ditemukan tidak hanya berupa plastik, botol minuman, atau sisa makanan. Petugas kebersihan bahkan kerap menemukan barang-barang berukuran besar yang tidak semestinya berada di laut.
“Pernah ditemukan lemari, kasur, hingga karung berisi organ dalam hewan. Ini tentu sangat memprihatinkan dan menunjukkan masih kurangnya kesadaran dalam mengelola sampah,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Saya mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah ke laut atau kanal karena dampaknya akan kembali ke kita semua,” ujarnya.
Di tengah upaya menjaga kebersihan Pantai Losari, Nanin juga menanggapi video viral yang menuding petugas kebersihan membuang sampah ke laut.
Menurutnya, tuduhan tersebut tidak masuk akal jika dilihat dari fakta di lapangan. Sebab, petugas kebersihan justru setiap hari bekerja mengumpulkan dan mengangkut sampah yang hanyut ke kawasan Losari.
“Yang membuang sampah itu masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Petugas kami setiap hari mengangkut sampah-sampah tersebut. Secara logika tentu tidak mungkin petugas yang membersihkan justru menjadi pihak yang membuang sampah,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat melihat persoalan secara objektif dan turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, salah seorang petugas kebersihan Pantai Losari, Chaerul Asikin, mengatakan timnya setiap hari melakukan patroli dan pengangkutan sampah menggunakan perahu.
Pembersihan dilakukan dua kali sehari, yakni setelah salat Zuhur dan setelah salat Asar.
“Sampah yang kami angkut sebagian besar merupakan sampah kiriman. Setiap hari pasti ada,” kata Chaerul.
Ia mengungkapkan, jenis sampah yang ditemukan sangat beragam, mulai dari botol plastik, kayu, hingga perabot rumah tangga seperti lemari dan kasur.
“Pernah juga ditemukan karung berisi usus-usus hewan. Tadi pagi bahkan ada kasur yang hanyut sampai ke laut. Itu yang membuat kami sangat heran,” ujarnya.(rhm)
