Site icon Berita Kota Makassar

Sidrap Perkuat Ketahanan Pangan

SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif memimpin rapat koordinasi (Rakor) percepatan program di Ruang Rapat Pimpinan, Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Kompleks SKPD, Rabu (3/6). Rakor sebagai sikap Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui percepatan program “Listrik Masuk Sawah”.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Suriyanto, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Haris Alimin, pihak PT PLN, serta jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Syaharuddin Alrif menekankan, kehadiran listrik di sektor pertanian sangat vital untuk meningkatkan efisiensi pengairan serta mendongkrak produktivitas lahan.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan pemasangan sambungan listrik pertanian dengan total daya mencapai 1.500 kVA (kilo volt ampere) yang tersebar merata di berbagai wilayah.

“Program listrik masuk sawah harus dipercepat karena manfaatnya sangat dirasakan petani. Dengan dukungan listrik, biaya operasional dapat ditekan dan pengelolaan air menjadi lebih efektif,” ujar Syaharuddin.
Dalam arahannya, Syahar menetapkan beberapa lokasi prioritas yang akan segera dioptimalkan, yaitu kawasan pertanian nonrawa, Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpit), serta lahan pertanian swadaya mandiri yang dinilai memiliki potensi produksi tinggi.

Menanggapi instruksi tersebut, pihak PLN memaparkan sejumlah tantangan teknis di lapangan, seperti progres pengecoran tiang listrik, kesiapan instalasi pelanggan, dan kendala teknis lainnya. Menindaklanjuti hal tersebut, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh target pemasangan dapat terealisasi tepat waktu.

Melalui akselerasi ini, Pemkab Sidrap berharap semakin banyak petani yang memperoleh akses energi yang memadai. Hal ini merupakan bagian integral dari komitmen Pemkab Sidrap dalam mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung kesejahteraan petani sebagai penopang utama lumbung pangan di Sulawesi Selatan. (ady/C)

Exit mobile version