pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Partai Gerakan Rakyat: Rumah Bersama Pejuang Perubahan

Partai Gerakan Rakyat (PGR) merupakan partai yang baru berdiri. Dengan nama besar Anis Baswedan, partai ini diyakini akan mampu berkompetisi pada Pemilu 2029 nanti.

Di Sulsel, partai ini sudah melakukan beberapa kegiatan. Di bawah tangan dingin Asri Tadda sebagai Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat, partai ini optimistis meraih hasil signifikan di 2029.

Untuk mengetahui bagaimana Partai Gerakan Rakyat melakukan kerja-kerja kepartaian di Sulsel, berikut wawancara kami dengan Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda (AT).

BKM: Bagaimana sejarah lahirnya Partai Gerakan Rakyat di Indonesia?

AT: Partai Gerakan Rakyat lahir dari perjalanan panjang gerakan masyarakat yang sebelumnya berhimpun dalam Ormas Gerakan Rakyat (GR). Ormas ini merupakan transformasi dari berbagai elemen relawan perubahan yang aktif mengawal gagasan-gagasan perubahan kebangsaan yang diusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Setelah Pilpres usai, semangat perubahan itu tidak berhenti, melainkan diorganisasikan menjadi gerakan sosial-politik yang lebih terstruktur. Pada 27 Februari 2025, Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan sebagai organisasi masyarakat, kemudian berkembang menjadi Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang dideklarasikan pada 18 Januari 2026 sebagai wadah perjuangan politik yang lebih efektif untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.
Partai ini lahir bukan karena ambisi kekuasaan semata, tetapi karena keyakinan bahwa perubahan membutuhkan instrumen politik yang mampu mengubah gagasan menjadi kebijakan.

BKM: Sejak kapan Partai Gerakan Rakyat hadir di Sulsel?

AT: Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan tumbuh sejak masa konsolidasi relawan perubahan menjelang dan pasca-Pilpres 2024. Setelah deklarasi nasional, kawan-kawan di Sulawesi Selatan bergerak cepat membentuk struktur hingga ke kabupaten dan kota. Awalnya adalah ormas GR, lalu dibentuk pula struktur Partai GR.
Alhamdulillah, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki antusiasme tinggi terhadap gagasan perubahan, sehingga proses pembentukan kepengurusan berlangsung relatif cepat dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat.
Sebagai catatan saja, pada Pilpres 2024 lalu, Anies Baswedan meraup suara hingga 2 juta di daerah ini.

BKM: Basis kader dan pendukung partai ini dari kalangan mana saja dan penyebarannya di daerah mana saja?

AT: Partai Gerakan Rakyat hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh warga yang menginginkan perubahan. Kader kami berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan profesional, akademisi, pengusaha, petani, nelayan, UMKM, pemuda, aktivis sosial, tokoh masyarakat, hingga mantan relawan perubahan.
Karena sifatnya yang terbuka, kami tidak dibangun atas basis kelompok tertentu. Kami ingin menjadi partai yang menjembatani aspirasi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Partai ini adalah partainya rakyat, lahir dari gerakan rakyat dan Insya Allah akan ditenagai oleh rakyat juga. Di Sulawesi Selatan, penyebaran kader sudah menjangkau hampir seluruh kabupaten dan kota dengan konsentrasi yang cukup kuat di Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Parepare, Palopo, Luwu Raya dan beberapa daerah lainnya.

BKM: Bagaimana progres pengurusan syarat-syarat administratif Partai Gerakan Rakyat di Sulsel?

AT: Alhamdulillah progresnya berjalan baik. Pada 5 Mei 2026 lalu, secara resmi kami sudah mengantongi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai Partai Politik dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulsel.
Secara administratif, kami sudah ada di 18 Kabupaten/Kota dan 123 kecamatan di seluruh Sulsel. Tentu masih dengan struktur yang sangat minimalis. Karena itu kami terus melakukan pembentukan kepengurusan, perekrutan anggota, penataan sekretariat serta pemenuhan seluruh ketentuan yang dipersyaratkan negara. Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan DPP dan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga ke depan PGR bisa menjadi peserta Pemilu.

BKM: Kendala apa yang dirasakan dalam proses pengurusan syarat administrasi?

AT: Partai baru tentu menghadapi tantangan yang berbeda dibanding partai yang sudah lama berdiri. Tantangan terbesar bukan soal semangat kader, karena semangat itu sangat besar. Tantangannya lebih pada proses administratif yang membutuhkan ketelitian, konsolidasi yang luas, serta pembangunan infrastruktur organisasi hingga tingkat bawah. Namun kami melihat tantangan itu sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi.

BKM: Sudah berapa jumlah kader Partai Gerakan Rakyat di Sulsel?

AT: Jumlah anggota terus bertambah setiap hari. Hingga kini ribuan kader di Sulsel sudah terdaftar resmi. Kami punya sistem rekruitmen digital berbasis website yang dikelola DPP. Yang menggembirakan, pertumbuhan kader tidak hanya terjadi di kota-kota besar tetapi juga di daerah-daerah. Bagi kami yang terpenting bukan sekadar jumlah, tetapi kualitas kader yang memahami visi perjuangan partai dan siap bekerja bersama dan memperjuangkan perbaikan nasib rakyat.

BKM: Sudah berapa jumlah kepengurusan partai ini di kabupaten dan kota di Sulsel?

AT: Secara resmi struktur PGR di Sulsel sudah hadir di 18 Kabupaten/Kota dan 123 Kecamatan. Kami ingin memastikan bahwa struktur yang terbentuk bukan hanya ada di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dan bekerja di tengah masyarakat. Rekruitmen politik tentu menjadi agenda wajib selanjutnya.

BKM: Apa visi yang ditawarkan Partai Gerakan Rakyat di Sulsel?

AT: Visi kami sederhana namun besar maknanya, yaitu mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju, adil, sejahtera, dan memberi kesempatan yang setara bagi seluruh warganya. Kami percaya pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang tinggal di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Masyarakat desa, nelayan, petani, pelaku UMKM, anak muda dan perempuan harus mendapat peluang yang sama untuk berkembang. Kami ingin menghadirkan politik yang menghadirkan harapan, bukan sekadar janji. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyatnya setiap saat.

BKM: Program apa yang harus segera dilakukan di Sulsel? Pembangunan fisik atau perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan?

AT: Sebenarnya kami belum bisa berbicara banyak mengenai hal ini. Karena kami adalah partai yang masih tengah berjuang dalam proses pendaftaran secara nasional sebagai badan hukum partai politik. Tapi kalau ditanyakan itu, rasanya kurang tepat mempertentangkan pembangunan fisik dengan pembangunan manusia. Infrastruktur memang penting, tetapi tujuan akhir pembangunan bukan jalan dan gedung, melainkan kualitas hidup manusia. Karena itu kami menempatkan pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi rakyat dan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama. Infrastruktur harus menjadi alat untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sulawesi Selatan membutuhkan pembangunan yang bukan hanya membangun wilayah, tetapi juga membangun manusianya.

BKM: Bagaimana peluang Partai Gerakan Rakyat berkontestasi pada Pemilu 2029?

AT: Kami sangat optimistis. Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa partai baru selalu memiliki peluang apabila mampu menghadirkan gagasan perubahan dan perbaikan yang relevan dan dekat dengan kebutuhan rakyat. Kami tidak datang membawa politik identitas atau politik transaksional. Kami datang membawa politik gagasan, politik kerja dan politik solusi. Karena itu kami melihat peluang di Pemilu 2029 terbuka sangat lebar. Semoga proses membentuk badan hukum parpol secara nasional bisa segera tuntas dalam waktu dekat sehingga nantinya PGR bisa mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2029. Mohon didoakan ya….

BKM: Berapa persen target suara dan kursi parlemen Partai Gerakan Rakyat di Sulsel?

AT: Target tentu ada, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu. Kami ingin menjadi kekuatan politik yang sehat, bertumbuh secara organik dan dipercaya masyarakat. Kalau rakyat memberikan kepercayaan, tentu kami berharap dapat meraih kursi secara optimal di setiap DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga DPR RI. Pemilu 2029 nanti mungkin akan berbeda karena sepertinya ada pemisahan Pemilu nasional dan Pemilu daerah. Ini tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami sebagai partai baru yang mengusung visi perubahan yang sama di Pilpres 2024 lalu. Capres kami juga masih sama, yakni Anies Baswedan.

BKM: Untuk mencapai target tersebut, apa yang dilakukan partai ke depan?

AT: Kami fokus pada tiga hal. Pertama, membangun organisasi yang kuat sampai tingkat akar rumput. Kedua, melakukan pendidikan politik kepada masyarakat agar demokrasi tidak hanya hadir setiap lima tahun sekali. Ketiga, melahirkan kader-kader yang kompeten, berintegritas dan dekat dengan persoalan rakyat.
Kami ingin dikenal bukan karena baliho yang banyak, tetapi karena kerja nyata dan integritas kader yang dirasakan masyarakat. Kami ingin mewujudkan bahwa PGR ini benar-benar partainya rakyat dan partainya anak-anak muda yang mendambakan perubahan bangsa yang lebih baik. Prinsip di PGR adalah gotong royong. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Jadi partai ini murni dibiayai oleh anggotanya, oleh rakyat. Hanya dengan begitu partai ini bisa independen dan terbebas dari sanderaan oligarki.

BKM: Apakah langkah-langkah tersebut mampu meyakinkan rakyat atau pemilih?

AT: Pada akhirnya rakyat yang akan menilai. Namun kami percaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Sulawesi Selatan, semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Hari ini rakyat tidak hanya melihat siapa yang paling banyak bicara, tetapi siapa yang paling konsisten bekerja dan menawarkan solusi.

BKM: Bagaimana Anda melihat partai-partai besar seperti Golkar, NasDem, PKB, PAN, Gerindra dan PDIP? Apakah Gerakan Rakyat mampu bersaing?

AT: Kami menghormati seluruh partai politik yang telah lebih dulu berkontribusi dalam demokrasi Indonesia. Masing-masing partai memiliki sejarah, kekuatan dan basis pendukungnya sendiri. Kami tidak hadir untuk merendahkan atau menggantikan siapa pun.
Namun demokrasi yang sehat membutuhkan gagasan baru, energi baru dan alternatif baru. Partai Gerakan Rakyat hadir untuk menawarkan perspektif baru tentang politik yang berpihak kepada rakyat dan berorientasi pada perubahan.
Apakah kami mampu bersaing? Tentu kami optimistis. Tetapi kompetisi politik bagi kami bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu menjawab kebutuhan rakyat. Jika rakyat merasakan manfaat dari kehadiran kami, maka insyaallah Partai Gerakan Rakyat akan memperoleh tempat yang terhormat dalam peta politik Sulawesi Selatan dan Indonesia. (*)



×


Partai Gerakan Rakyat: Rumah Bersama Pejuang Perubahan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link