Sinjai, BKM– Penguatan karakter dan pembentukan identitas budaya sejak usia dini menjadi strategi krusial Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Di era gempuran informasi digital, pengenalan terhadap nilai-nilai luhur kedaerahan dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan akar tradisinya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Sinjai oleh Sekretaris Daerah, Andi Jefrianto Asapa. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sinjai ini berpusat di Aula Serbaguna Dispusip pada Kamis, 18 Juni 2026.
Agenda yang mengusung tema “Melestarikan Cerita Rakyat untuk Generasi Emas 2045” ini disambut antusias dengan melibatkan 101 siswa-siswi utusan dari berbagai sekolah di Bumi Panrita Kitta.
Makna Strategis Kelestarian Cerita Rakyat
Dalam arahannya, Sekda Andi Jefrianto Asapa menekankan bahwa cerita rakyat bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan instrumen edukasi yang sarat akan pesan moral penunjang karakter anak.
- Muatan Nilai Luhur: Mengandung pelajaran dasar sosiologis seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, gotong royong, dan rasa cinta tanah air.
- Aspek Kompetensi Anak: Metode bertutur efektif dalam mengasah keterampilan berkomunikasi, merangsang cara berpikir kritis, serta melatih mentalitas percaya diri anak di depan publik.
“Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui penguatan karakter dan budaya. Cerita rakyat menjadi salah satu media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter tersebut sejak usia dini,” urai Sekda Sinjai pada Kamis, 18 Juni 2026.
Berita Terkait:
Kepala Dispusip Sinjai, Andi Muhammad Idnan, menambahkan bahwa ajang ini dirancang sebagai agenda strategis dalam merangsang minat baca (literasi) anak sejak dini, sekaligus memfungsikan perpustakaan daerah sebagai ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Di akhir sambutannya, pimpinan daerah memberikan motivasi kepada para peserta agar mengutamakan proses belajar dan mengasah keberanian ketimbang hasil akhir perlombaan. Pemerintah Kabupaten Sinjai mengajak seluruh elemen guru, orang tua, dan pegiat literasi untuk konsisten memperkenalkan warisan budaya lokal demi mencetak generasi 2045 yang cerdas, kompetitif, dan berkepribadian kuat.

