Site icon Berita Kota Makassar

BM PAN Harus Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Masa Depan

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar, Irfan Malluserang, menilai proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas kader partai dalam menghadapi tantangan politik di masa depan.

Menurut Irfan yang juga Anggota DPRD Makassar ini, BM PAN selama ini memiliki posisi strategis sebagai organisasi kader yang menjadi ruang pembinaan generasi muda PAN sebelum terjun lebih jauh dalam dunia politik, pemerintahan, maupun pengabdian kepada masyarakat. Ia menyambut positif pelaksanaan Debat Kandidat Calon Ketua Umum BM PAN yang digelar menjelang Kongres VII BM PAN.

Menurutnya, forum tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi dan demokrasi internal organisasi terus berjalan secara sehat dan terbuka.
“BM PAN bukan sekadar organisasi sayap partai, tetapi merupakan kawah candradimuka yang menyiapkan kader-kader terbaik PAN untuk masa depan. Dari organisasi inilah akan lahir pemimpin-pemimpin muda yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan partai.

Karena itu proses regenerasi harus berjalan dengan baik, terbuka, dan mampu melahirkan figur yang benar-benar siap mengemban amanah organisasi maupun amanah politik yang lebih besar di masa mendatang,” ungkapnya, Selasa (23/6).

Anggota Fraksi API DPRD Makassar itu menegaskan bahwa tantangan politik ke depan membutuhkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, tetapi juga memahami persoalan masyarakat serta mampu menghadirkan solusi melalui gagasan-gagasan yang konstruktif. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi proses berkelanjutan yang melahirkan kader berkualitas dan berdaya saing.

“Kita membutuhkan kader muda yang bukan hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir strategis, memahami kebutuhan masyarakat, dan mampu menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dengan kebijakan publik. Oleh karena itu, saya melihat debat kandidat seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mengukur kapasitas calon pemimpin melalui adu gagasan, visi, dan program kerja yang ditawarkan kepada kader,” katanya.

Ia juga mengapresiasi semangat kompetisi yang ditunjukkan para kandidat Ketua Umum BM PAN. Menurutnya, dinamika tersebut merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi yang harus terus dijaga.

“Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum BM PAN harus mampu merangkul seluruh kader dan menjadikan organisasi ini semakin solid. Yang terpenting bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi bagaimana memastikan BM PAN tetap menjadi rumah besar kader muda PAN untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” tegasnya.

Ia berharap Kongres VII BM PAN dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap konsisten menjalankan fungsi kaderisasi sebagai pilar utama kekuatan PAN.

“BM PAN harus terus menjadi dapur kaderisasi partai yang produktif. Dari sinilah lahir energi baru, gagasan baru, dan pemimpin-pemimpin baru yang nantinya akan memperkuat PAN di berbagai tingkatan. Saya optimistis kader-kader muda PAN memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional,” tuturnya. (ita/rif)

Exit mobile version