MAKASSAR, BKM–Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Indonesia Timur menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mempertajam arah perjuangan politik dalam menghadapi tantangan ke depan. Para kader menilai, Bimtek tidak hanya menjadi forum pertemuan rutin, tetapi juga wadah pembekalan strategis untuk memperkuat kapasitas dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Makassar yang juga Anggota DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile mengatakan bahwa pelaksanaan Bimtek terhadap kader memiliki peran yang sangat penting bagi seluruh kader. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkuat langkah politik partai dalam menjalankan fungsi pengabdian pada masyarakat.
”Kalau soal seberapa penting, kita bisa melihat bahwa hampir semua partai politik menyelenggarakan Bimtek artinya, kegiatan seperti ini memang menjadi kebutuhan organisasi. Selain sebagai wadah konsolidasi partai, Bimtek juga memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada kami mengenai apa yang harus dilakukan bersama partai ke depan serta langkah-langkah strategis yang harus kami ambil,” ungkapnya, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, dinamika politik dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang menuntut setiap kader partai untuk terus meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kemampuan dalam menjalankan tugas-tugas politik maupun pelayanan publik. “Bimtek ini bukan sekadar formalitas atau agenda rutin tahunan ada banyak materi dan pengalaman yang kami dapatkan untuk memperkuat peran kami sebagai kader partai sekaligus sebagai wakil rakyat. Tanggung jawab kami adalah memastikan bahwa perjuangan partai tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bendahara DPD PDIP Sulawesi Selatan yang juga Anggota DPRD Makassar, Andi Tenri Uji Idris menilai bahwa pelaksanaan Bimtek menjadi momentum penting untuk mempertajam visi perjuangan dan memperkuat soliditas kader partai di seluruh wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, melalui berbagai diskusi dan pembekalan yang diterima selama kegiatan berlangsung, para kader semakin memahami bahwa tantangan politik dan pembangunan ke depan membutuhkan langkah yang lebih terukur, terarah, serta didukung sinergi yang kuat antar kader.
“Bimtek PDI Perjuangan bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum untuk mempertajam visi dan memperkuat soliditas sebagai kader partai. Melalui berbagai diskusi dan pembekalan yang kami terima, saya semakin yakin bahwa tantangan ke depan memerlukan langkah yang lebih terukur serta sinergi yang lebih erat di antara seluruh kader,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, tugas kader partai tidak hanya berhenti pada proses konsolidasi internal, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat. “Sebagai wakil rakyat, tugas kita tidak berhenti pada konsolidasi internal semata, tetapi bagaimana memastikan bahwa setiap arah kebijakan partai benar-benar dapat terimplementasi untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Makassar. Inilah esensi pengabdian yang sesungguhnya, yaitu hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PDIP se-Indonesia Timur yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas selama pelaksanaan Bimtek berlangsung. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan kader se-Indonesia Timur atas semangat gotong royong yang luar biasa setelah mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman baru, saatnya kita kembali ke daerah masing-masing dengan semangat pengabdian yang lebih kuat,” tuturnya. (ita/rif)
