MAKASSAR,BKM.COM–Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof Muhammad Ruslin, mengaku bahwa periode kepemimpinan 2026–2030 akan difokuskan pada peningkatan kualitas lulusan melalui penguatan kurikulum yang adaptif, pengembangan soft skill, serta perluasan jejaring dengan dunia industri dan institusi internasional.
Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik mahasiswa harus dibekali pengalaman lapangan, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, hingga jejaring profesional sebelum menyelesaikan studi.
Ia menjelaskan salah satu perubahan penting pada periode ini adalah penyatuan bidang akademik dengan kemahasiswaan agar proses pembelajaran dan pengembangan karakter mahasiswa berjalan lebih terintegrasi.
Menurutnya, pengalaman mahasiswa mengikuti berbagai program di luar kampus telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ia mencontohkan berbagai kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pameran inovasi mahasiswa, hingga kolaborasi bersama dunia industri yang mulai menghasilkan lulusan dengan pengalaman kerja sebelum wisuda.
Kata Prof Ruslin, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. “Mereka nantinya tidak lagi menjadi lulusan yang baru belajar setelah wisuda saat lulus mereka sudah mengenal dunia kerja, sudah memiliki relasi profesional, bahkan sebagian sudah dikenal oleh mitra industrinya. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing lulusan Universitas Hasanuddin,” jelasnya.
Selain memperkuat pengalaman lapangan, Unhas juga terus menyempurnakan implementasi Kurikulum 2023 yang mulai diterapkan kepada mahasiswa program sarjana. Prof Ruslin mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Namun, berdasarkan evaluasi terhadap mahasiswa angkatan 2023 hingga 2025, penerapan kurikulum baru telah memberikan dampak positif terhadap fleksibilitas proses belajar.
Ia menjelaskan salah satu keunggulan kurikulum tersebut adalah tersedianya ruang bagi mahasiswa mengambil hingga 20 SKS melalui kegiatan di luar kampus. Dengan sistem tersebut, mahasiswa dapat mengikuti program magang, pertukaran pelajar, maupun berbagai aktivitas akademik internasional tanpa harus memperpanjang masa studi.
“Dulu mahasiswa sering khawatir ketika mengikuti magang atau kegiatan di luar kampus karena dianggap menghambat penyelesaian studi, sekarang sudah berbeda kita sudah menyediakan ruang 20 SKS sehingga seluruh aktivitas tersebut diakui sebagai bagian dari proses akademik. Mahasiswa bisa memperoleh pengalaman kerja, membangun jejaring, bahkan belajar di luar negeri tanpa harus kehilangan waktu studinya,” jelasnya.
Menurut Prof Ruslin, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Ia menyebut sebagian mahasiswa angkatan 2023 bahkan telah menargetkan mampu menyelesaikan studi sarjana hanya dalam tujuh semester.
Prof Ruslin menilai pengalaman internasional menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas lulusan. Karena itu, pihaknya akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi maupun industri di luar negeri. Menurutnya, mahasiswa Unhas harus berani keluar dari zona nyaman dan bersaing di tingkat global.
“Kita sudah melihat mahasiswa kita berangkat ke Jepang dan beberapa negara lain untuk mengikuti program magang yang membanggakan adalah mereka tidak lagi khawatir soal akademiknya karena seluruh aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari kurikulum. Jadi mereka bisa memperoleh pengalaman internasional tanpa harus memperpanjang masa studi ke depan, kesempatan seperti ini akan terus kita perluas,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak boleh berhenti hanya menjadi kebanggaan sesaat. Ia ingin budaya kompetitif terus tumbuh sehingga mahasiswa memiliki keberanian untuk bersaing hingga tingkat internasional.
Prof Ruslin mengaku kembali dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab jauh lebih besar.
Menurutnya, capaian pada periode pertama justru menjadi tolok ukur yang harus dilampaui.”Terus terang beban kami sekarang jauh lebih berat pada periode sebelumnya kita sudah memiliki baseline dan berbagai capaian yang cukup baik. Tetapi Pak Rektor menginginkan target yang jauh lebih tinggi artinya, kami semua harus bekerja lebih keras lagi,” pungkasnya.
Transformasi Universitas Hasanuddin tidak hanya menyasar bidang akademik dan riset. Pada sektor tata kelola keuangan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan, Prof. Subehan, mengungkapkan bahwa periode kedua kepemimpinan Prof Jamaluddin Jompa akan difokuskan pada penguatan kemandirian finansial universitas melalui diversifikasi sumber pendapatan.
Ia menegaskan perguruan tinggi negeri tidak bisa lagi hanya bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai sumber utama pembiayaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pengembangan infrastruktur, internasionalisasi, hingga riset, universitas harus memiliki sumber pendanaan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Tugas yang diberikan Pak Rektor kepada kami pada periode kedua ini tentu jauh lebih besar salah satu yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana meningkatkan pendapatan universitas di luar UKT ini menjadi pekerjaan penting karena kita ingin terus berkembang tanpa membebani mahasiswa. Masih banyak peluang yang bisa dikembangkan melalui kerja sama, pengelolaan aset, investasi, maupun sumber-sumber pendanaan lainnya,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang selama ini diterapkan bukan berarti membatasi ruang gerak setiap unit kerja, melainkan memastikan seluruh anggaran digunakan secara tepat sasaran. Ia menepis anggapan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara terlalu ketat.
Prof. Subehan menambahkan, penguatan dana abadi (endowment fund) menjadi salah satu prioritas utama dalam empat tahun mendatang. Menurutnya, dana tersebut akan menjadi instrumen penting untuk mendukung berbagai program strategis, terutama beasiswa mahasiswa.
“Ke depan kami ingin dana abadi semakin besar sehingga hasil investasinya dapat digunakan membantu mahasiswa. Selama ini bantuan beasiswa umumnya diberikan per semester. Harapan kami, jika dana abadinya semakin kuat, mahasiswa yang berprestasi dapat memperoleh dukungan pembiayaan sejak awal kuliah sampai mereka menyelesaikan studinya itu yang sedang kami bangun agar keberlangsungan pendidikan mahasiswa tidak terganggu oleh persoalan ekonomi,” katanya.
Ia optimistis strategi tersebut akan memperkuat posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjamin akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang.
“Pengembangan universitas tidak hanya berbicara mengenai pembangunan gedung atau peningkatan peringkat internasional yang tidak kalah penting adalah memastikan mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang sama. Karena itu, investasi pada dana abadi menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Universitas Hasanuddin,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Talenta, dan Kesejahteraan, Prof Farida Patittingi, menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu keberhasilan Unhas dalam mencapai target masuk 500 besar universitas terbaik dunia.
Menurutnya, peningkatan reputasi internasional tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan infrastruktur ataupun penambahan kerja sama luar negeri. Faktor utama tetap terletak pada kualitas dosen dan tenaga kependidikan sebagai penggerak utama tridarma perguruan tinggi.
“Alhamdulillah saya kembali diberi amanah untuk melanjutkan tugas pada periode ini fokus kami sekarang semakin diperjelas, yaitu penguatan sumber daya manusia, pengembangan talenta, dan peningkatan kesejahteraan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan kita ingin seluruh dosen maupun tenaga kependidikan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sehingga mampu mendukung percepatan Universitas Hasanuddin menuju universitas kelas dunia,” katanya.
Ia menjelaskan posisi Unhas yang saat ini berada pada kelompok peringkat 851 dunia menjadi modal penting untuk melakukan lompatan yang lebih besar. Namun, target menembus 500 besar dunia tidak akan tercapai tanpa peningkatan kualitas SDM secara menyeluruh.
“Kita mempunyai pekerjaan yang tidak ringan. Saat ini Universitas Hasanuddin berada pada kelompok 851 dunia. Target yang diberikan Pak Rektor adalah masuk 500 besar dunia untuk mencapai target itu, sumber daya manusia memegang peranan yang sangat menentukan. Karena itu kami akan memperkuat kompetensi dosen, mendorong percepatan pengembangan karier, memperluas kesempatan pengembangan talenta, dan pada saat yang sama meningkatkan kesejahteraan seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Prof Farida menilai kesejahteraan pegawai tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga lingkungan kerja yang sehat serta kesempatan berkembang secara profesional.
“Kami ingin seluruh dosen dan tenaga kependidikan merasa dihargai, memiliki ruang untuk berkembang, dan memperoleh dukungan dalam meningkatkan kapasitasnya. Ketika SDM berkembang, maka kualitas pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat juga akan meningkat itu yang menjadi fondasi utama menuju universitas berkelas dunia,” katanya.
Selain menjabat sebagai Wakil Rektor III Unhas, Prof Farida saat ini masih mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Menanggapi kekhawatiran mengenai rangkap jabatan tersebut, ia memastikan seluruh tugas dapat dijalankan secara optimal berkat sistem administrasi digital yang telah diterapkan di Universitas Hasanuddin.
“Alhamdulillah selama kurang lebih delapan bulan menjalankan tugas di Universitas Negeri Makassar, seluruh program dapat berjalan dengan baik di Universitas Hasanuddin sendiri seluruh sistem administrasi sudah berbasis digital itu membuat kami bisa bekerja secara lebih fleksibel, lebih mobile, dan lebih agile. Di mana pun kami berada, berbagai proses administrasi maupun pengambilan keputusan tetap bisa dijalankan tanpa harus selalu berada di kantor,” jelasnya.
Ia mengatakan perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang memudahkan koordinasi antar-pimpinan universitas. Menurutnya, transformasi digital yang telah dilakukan Unhas justru membuktikan bahwa efektivitas organisasi tidak lagi ditentukan oleh kehadiran fisik semata.
“Yang terpenting bukan di mana kita bekerja, tetapi bagaimana pekerjaan itu selesai dengan baik. Alhamdulillah sejauh ini seluruh amanah yang diberikan dapat saya jalankan secara bersamaan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada kedua institusi tentu kami juga bekerja secara kolektif, saling mendukung, sehingga setiap tugas dapat diselesaikan sesuai target,” ujarnya.
Prof Farida mengungkapkan proses pemilihan Rektor definitif UNM juga akan segera dimulai setelah pemerintah menerbitkan surat resmi mengenai tahapan pemilihan.
“Insyaallah dalam waktu dekat proses pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar sudah dimulai tahapannya diawali dengan rapat senat untuk membentuk panitia pemilihan, kemudian seluruh proses akan berjalan sampai terpilih rektor definitif. Setelah proses transisi selesai, saya tentu akan kembali sepenuhnya fokus menjalankan amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Talenta, dan Kesejahteraan di Universitas Hasanuddin,” tuturnya.
Ia menambahkan,upaya Universitas Hasanuddin menembus jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia juga akan ditopang melalui penguatan kerja sama internasional. Amanah tersebut kini berada di tangan Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, Prof Ir Suharman Hamzah, yang menilai reputasi global hanya dapat dibangun melalui kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
Menurutnya, internasionalisasi tidak sekadar meningkatkan jumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding), tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi internasional, hingga peningkatan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Unhas.
“Sekarang posisi kita berada di kelompok 851 dunia. Target yang diberikan Pak Rektor adalah masuk 500 besar pada akhir periode ini. Memang tidak mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil. Kalau setiap tahun kita mampu memperbaiki posisi secara bertahap, misalnya naik puluhan hingga seratus peringkat, maka target itu masih sangat mungkin dicapai. Yang penting seluruh indikator kita bergerak bersama,” katanya.
Sementara itu, Prof Suharman mengatakan keberhasilan mencapai target tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan pimpinan universitas. Menurutnya, dukungan alumni justru menjadi salah satu modal terbesar yang dimiliki Unhas.
“Bidang yang saya emban juga mencakup kealumnian. Saya melihat alumni Universitas Hasanuddin tersebar di berbagai sektor strategis, baik di pemerintahan, dunia usaha, akademik maupun profesi lainnya. Mereka merupakan kekuatan besar yang harus kita libatkan. Alumni bisa menjadi pintu masuk kerja sama internasional, membuka peluang riset, bahkan membantu mahasiswa memperoleh akses magang maupun pekerjaan di berbagai negara,” jelasnya.
Ia mengaku kembali dipercaya masuk jajaran pimpinan universitas menjadi tantangan baru dalam perjalanan kariernya.
“Saya tidak pernah melihat jabatan sebagai sesuatu yang harus dikejar ini adalah amanah yang harus dijalankan pengalaman saya selama bertugas di rektorat maupun lembaga penelitian menjadi bekal untuk menghadapi tantangan yang baru. Saya optimistis, selama seluruh sivitas akademika bergerak bersama, target internasionalisasi yang telah ditetapkan akan dapat diwujudkan,” tuturnya.
Salah satu perubahan penting pada struktur organisasi Unhas periode 2026–2030 adalah hadirnya Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Jabatan baru tersebut diemban Prof M Amir Ilyas, yang mendapat mandat mempercepat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium. Menurut Prof Amir, Universitas Hasanuddin selama ini telah menghasilkan banyak inovasi yang berkualitas. Namun, tantangan terbesar justru berada pada proses komersialisasi dan pemasaran produk.
“Kalau kita berbicara kualitas produk hasil penelitian, saya yakin tidak ada masalah banyak inovasi Unhas yang sudah sangat baik, bahkan beberapa sudah memiliki izin edar. Persoalannya adalah bagaimana produk itu bisa sampai kepada masyarakat di sinilah pekerjaan besar yang harus kami selesaikan. Inovasi tidak boleh hanya dipajang sebagai hasil penelitian, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai pendekatan pengelolaan inovasi harus berubah dari sekadar menghasilkan produk menjadi membangun ekosistem bisnis berbasis riset. “Selama ini banyak produk berhenti setelah selesai penelitian. Padahal masyarakat membutuhkan produk-produk tersebut. Karena itu kami akan memperkuat strategi pemasaran, membangun jejaring dengan dunia usaha, memanfaatkan berbagai platform digital dan marketplace, sehingga inovasi yang dihasilkan dosen maupun mahasiswa benar-benar dapat dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.
Prof Amir mencontohkan produk albumin berbahan dasar ikan gabus yang telah dikembangkan Unhas sebagai salah satu inovasi yang memiliki prospek besar di bidang kesehatan. “Albumin merupakan contoh bahwa hasil riset Universitas Hasanuddin sebenarnya mampu bersaing produk itu sudah terbukti bermanfaat, terutama untuk membantu proses pemulihan pasien pascaoperasi. Ke depan kita ingin lebih banyak inovasi seperti itu hadir di tengah masyarakat ukuran keberhasilan bukan semata-mata keuntungan finansial, tetapi seberapa besar dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.
ISementara itu, Prof. Amiruddin yang dipercaya sebagai Sekretaris Universitas mengatakan dirinya akan berperan mengoordinasikan seluruh kebijakan strategis yang dijalankan pimpinan universitas. Menurutnya, posisi sekretaris universitas memiliki fungsi sentral dalam memastikan setiap target yang telah ditetapkan rektor dapat berjalan sesuai rencana.
“Yang menjadi tugas utama kami adalah mengawal seluruh target kinerja Universitas Hasanuddin semua program yang dijalankan para wakil rektor maupun lembaga harus terkoordinasi dengan baik sehingga pelaksanaannya dapat dipantau secara menyeluruh. Tata kelola yang baik merupakan fondasi utama bagi pengembangan universitas,” katanya.(ita)
