SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, hadir menyaksikan pertandingan cabang olahraga bulu tangkis yang digelar di Gedung Masyarakat Pangkajene, Minggu (5/7).
Kehadiran Syahar dan Nurkanaah disambut antusias ratusan peserta, panitia dan suporter dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di arena pertandingan saat Bupati dan Wakil Bupati memasuki lokasi. Semangat sportivitas, kebersamaan, dan kekompakan para guru mewarnai pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap.
Pada kesempatan itu, Syaharuddin Alrif mengapresiasi penyelenggaraan Porsenijar yang dinilainya tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarguru serta menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pendidik.
“Porsenijar ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini adalah ajang memperkuat silaturahmi, menjaga kesehatan, sekaligus membuktikan bahwa guru tidak hanya hebat mendidik di ruang kelas, tetapi juga memiliki semangat berprestasi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Syahar, semangat para guru yang tetap aktif berolahraga patut diapresiasi karena mencerminkan komitmen untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas sebagai pendidik.
“Guru yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup seluruh insan pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menegaskan komitmen Pemkab Sidrap untuk terus mendukung penyelenggaraan Porsenijar sebagai wadah memperkuat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, sekaligus mendorong lahirnya prestasi di kalangan guru.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui ajang seperti Porsenijar menjadi modal penting dalam membangun dunia pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.
Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 sendiri diikuti ribuan guru dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, seni, dan pembelajaran. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat sinergi antarpendidik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan. (ady/C)

