Site icon Berita Kota Makassar

BPBD Perkuat KALTANA Tallo Hadapi Ancaman Kekeringan

MAKASSAR, BKM – Penanggulangan bencana yang efektif dimulai jauh sebelum bencana terjadi. Berangkat dari prinsip tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperkuat kemitraan dengan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui dukungan PLN UIP Sulawesi kepada Komunitas Kelurahan Tangguh Bencana (KALTANA) Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. BPBD Kota Makassar berperan memfasilitasi sekaligus memastikan bantuan diarahkan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan berdasarkan hasil kajian risiko kebencanaan.

Bantuan akan disalurkan dalam bentuk dana sesuai proposal yang disusun KALTANA Kaluku Bodoa. Pemanfaatannya mencakup peningkatan kapasitas relawan, pengadaan peralatan penanganan bencana kekeringan, hingga pembangunan posko sebagai pusat koordinasi kesiapsiagaan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan harus berbasis pada kebutuhan riil di lapangan, bukan semata-mata pada pendekatan administratif.

“Kecamatan Tallo merupakan wilayah yang paling terdampak kekeringan di Kota Makassar. Karena itu, kami mengarahkan bantuan dari PLN UIP Sulawesi kepada KALTANA Kelurahan Kaluku Bodoa. Harapannya, bantuan ini tidak hanya menambah sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana.”
Ia menjelaskan, paradigma penanggulangan bencana saat ini telah bergeser dari respons menuju penguatan ketangguhan. Karena itu, investasi terhadap masyarakat dinilai menjadi langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko sekaligus mempercepat penanganan ketika bencana terjadi.

Asisten Manager PLN UIP Sulawesi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui program tanggung jawab sosial.

“Kami menargetkan pencairan bantuan pada akhir bulan ini. Bantuan diberikan dalam bentuk dana tunai berdasarkan proposal yang diajukan KALTANA Kelurahan Kaluku Bodoa. Dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas, pengadaan peralatan kebencanaan, hingga pembangunan posko sebagai pusat kegiatan KALTANA.”

Sementara itu, Camat Tallo mengapresiasi peran BPBD Kota Makassar yang berhasil membangun sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar yang telah memfasilitasi bantuan ini, serta kepada PLN UIP Sulawesi atas kepeduliannya kepada masyarakat Kecamatan Tallo. Dukungan ini menjadi energi baru bagi KALTANA dan warga kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan.”

Bagi BPBD Kota Makassar, kolaborasi ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan bagian dari strategi membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berbagi peran dalam satu tujuan yang sama, ketangguhan tidak lagi menjadi slogan, tetapi menjadi kemampuan nyata yang tumbuh di tingkat komunitas.

Penguatan KALTANA di Kelurahan Kaluku Bodoa diharapkan menjadi model kemitraan yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus mempertegas komitmen Kota Makassar dalam membangun masyarakat yang semakin siap, tangguh, dan adaptif menghadapi berbagai ancaman bencana. (rhm)

Exit mobile version