BARRU, BKM — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) sebagai langkah memastikan seluruh aspek pembangunan dan operasional SR siap sebelum diresmikan secara serentak oleh Presiden RI pada 14 Juli lalu di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5, Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7).
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulsel yang mendapatkan program SR Permanen. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang dilakukan bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh jajaran serta Forkopimda Pemerintah Kabupaten Barru.
Dia menjelaskan, Rakor digelar untuk memastikan seluruh persiapan operasional berjalan sesuai jadwal, mulai dari kesiapan ruang belajar, asrama, fasilitas pendukung, perlengkapan siswa, hingga koordinasi lintas instansi agar proses pembelajaran dapat berlangsung optimal sejak hari pertama.
Salah satu perhatian khusus Bupati adalah fasilitas sanitasi. Ia menilai toilet merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi para siswa.
“Saya perempuan, jadi saya sangat memperhatikan toilet. Jangan sampai bangunannya megah tetapi toiletnya tidak layak. Toilet harus bersih, higienis, dan nyaman digunakan anak-anak,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Bupati meminta seluruh perlengkapan siswa segera dipastikan ketersediaannya melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial RI. Menurutnya, kesiapan operasional tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan gedung, tetapi juga dari kesiapan seluruh layanan pendukung ketika siswa mulai memasuki asrama.
Dia menginstruksikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh calon siswa pada hari pertama, Satpol PP bertanggung jawab membantu pengamanan selama proses penerimaan siswa, sementara Dinas Lingkungan Hidup diminta memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal mengingat nantinya lebih dari 500 penghuni akan tinggal di lingkungan SR.
“Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran SR harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Barru melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal dan penciptaan lapangan kerja. Meminta Kementerian Sosial memprioritaskan penyedia lokal Kabupaten Barru dalam pengadaan perlengkapan siswa agar dampak ekonomi program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya tidak mau masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Pengusaha-pengusaha lokal harus merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya SR.” Menurutnya pelaku usaha di Barru memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan sekolah sepanjang diberikan informasi dan waktu yang cukup untuk mempersiapkan pengadaan barang.
Perhatian serupa juga diberikan terhadap perekrutan tenaga kerja. Bupati berharap tenaga keamanan, juru masak, tenaga kebersihan, maupun tenaga pendukung lainnya dapat melibatkan dan mengutamakan masyarakat Barru sesuai mekanisme yang ditetapkan Kementerian Sosial. Harapan tersebut bahkan telah ia sampaikan langsung kepada Sekjen Kemensos RI, Robben Rico.
“Saya berjuang menghadirkan SR karena saya tahu program ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Barru. Saya tidak ingin masyarakat saya hanya menjadi penonton.”, tegasnya
Dia meminta Dinas Sosial turut dilibatkan dalam proses penentuan tenaga pendukung agar mengutamakan masyarakat Barru yang memenuhi persyaratan memperoleh kesempatan bekerja. Untuk tenaga pendidik, seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi, bukan karena hubungan keluarga ataupun kedekatan pribadi. Ia juga meminta data asal tenaga pendidik maupun tenaga pendukung disampaikan secara terbuka kepada Pemkab Barru.
Menurutnya antusiasme masyarakat terhadap SR sangat tinggi. Namun dia mengingatkan agar proses seleksi tetap mengutamakan keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 sesuai ketentuan pemerintah, disertai pemerataan peserta didik dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.
Perhatian lainnya diberikan terhadap penyediaan air bersih. Bupati meminta PDAM Barru memastikan kebutuhan air SR tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar serta menjamin kualitas air memenuhi standar kesehatan karena akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan aktivitas sehari-hari para siswa.
“Jangan sampai hadirnya SR justru menghadirkan masalah baru bagi rakyat. SR harus memberi manfaat besar bukan mengurangi hak masyarakat mendapatkan air bersih ” tegasnya. (udi/C)
