Site icon Berita Kota Makassar

Firman Jagokan Spanyol, Helmi Pilih Belgia

MAKASSAR, BKM – Pertarungan dua raksasa Eropa, Spanyol dan Belgia, dipastikan menjadi magnet utama pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

Laga yang akan digelar di Los Angeles Stadium (SoFi Stadium), Inglewood, California, Amerika Serikat, Sabtu (11/7) pukul 03.00 WIB, diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama datang dengan modal performa impresif.
Menariknya, atmosfer pertandingan juga terasa hingga Kota Makassar. Dua pejabat Pemerintah Kota Makassar kompak memberikan prediksi, namun dengan pilihan yang berbeda.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, menjagokan Spanyol melangkah ke semifinal. Ia memprediksi La Furia Roja akan menang tipis 1-0 atas Belgia.

“Saya support Spanyol karena La Furia Roja sedang mengincar gelar Piala Dunia kedua setelah terakhir menjadi juara pada 2010. Dengan penguasaan bola yang baik dan pertahanan yang belum pernah kebobolan sepanjang turnamen, saya prediksi Spanyol menang 1-0,” ujar Firman.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten. Tim besutan Luis de la Fuente belum sekalipun kebobolan hingga menembus babak delapan besar.
Pada fase gugur, Spanyol tampil meyakinkan setelah mengalahkan Austria 3-0 di babak 32 besar, kemudian menyingkirkan Portugal dengan kemenangan tipis 1-0 pada babak 16 besar.

Firman menilai kekuatan utama Spanyol terletak pada organisasi permainan yang sangat rapi. Selain disiplin dalam bertahan, La Roja juga mampu mengendalikan jalannya pertandingan melalui penguasaan bola yang efektif.

Ia juga menyoroti kualitas lini tengah Spanyol yang dihuni pemain-pemain kelas dunia seperti Pedri dan Rodri. Menurutnya, kemampuan keduanya mengatur ritme permainan sekaligus memutus serangan lawan menjadi senjata utama menghadapi Belgia.

Belum lagi kehadiran talenta muda seperti Lamine Yamal yang dinilai mampu menghadirkan kreativitas dan kecepatan di lini depan. Kombinasi pemain muda dan senior diyakini akan menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, memiliki pandangan berbeda. Ia justru menjagokan Belgia untuk mengamankan tiket semifinal dengan kemenangan tipis 1-0.

Menurut Helmy, Belgia tetap menjadi salah satu kekuatan besar Eropa yang memiliki kualitas merata di setiap lini. Tim asuhan Rudi Garcia tampil meyakinkan setelah mengalahkan Senegal 3-2 di babak 32 besar dan menghancurkan Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.

Helmy menilai pengalaman para pemain senior menjadi keunggulan utama Belgia. Sosok-sosok seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois dinilai memiliki mental bertanding yang sangat dibutuhkan pada laga-laga besar.
Selain itu, Belgia juga dikenal memiliki lini serang yang produktif dengan variasi pola permainan yang sulit diprediksi. Serangan melalui kombinasi umpan pendek, pergerakan dari lini kedua hingga bola mati menjadi kekuatan yang dapat merepotkan pertahanan lawan.

Tak hanya itu, kedalaman skuad Belgia membuat kualitas permainan tetap terjaga meski melakukan pergantian pemain. Kehadiran Courtois di bawah mistar gawang pun menjadi jaminan keamanan bagi lini belakang The Red Devils.

Perbedaan prediksi kedua pejabat Pemkot Makassar tersebut mencerminkan betapa seimbangnya kekuatan kedua tim. Spanyol datang dengan pertahanan terbaik dan permainan kolektif yang solid, sedangkan Belgia mengandalkan pengalaman, efektivitas serangan, serta kualitas individu para pemainnya.

Siapa yang akhirnya berhak melangkah ke semifinal akan ditentukan saat kedua tim saling berhadapan pada Sabtu dini hari nanti. Satu hal yang pasti, duel Spanyol kontra Belgia dipastikan menyuguhkan pertandingan berkelas yang layak dinantikan para pecinta sepak bola di seluruh dunia. (rhm)

Exit mobile version