WATAMPONE, BKM — Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun 2026 melalui program bertajuk “PPUPIK Produksi Pakan Fungsional Berbasis Fitobiotik untuk Ayam Buras” menunjukkan komitmennya dalam menghilirkan hasil penelitian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Produksi Pakan Fungsional Berbasis Fitobiotik untuk Ayam Buras yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2026 di Kelompok Tani Ternak Batara Deceng, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
Selain pelatihan, pada kegiatan tersebut juga dilakukan proses produksi pakan fungsional bersama mitra Kelompok Tani Ternak Batara Deceng sebagai bentuk transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konsep pakan fungsional, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam memproduksi pakan yang dapat diterapkan secara mandiri di tingkat kelompok tani maupun usaha peternakan rakyat.
Ketua Tim PPUPIK Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa produk yang dikembangkan dalam program ini merupakan pakan fungsional untuk ayam buras yang diperkaya dengan fitobiotik berbasis kunyit dalam bentuk tepung.
Produk tersebut, kata Sri, dirancang sebagai pakan lengkap yang menggunakan bahan baku utama berupa jagung, dedak, dan sumber protein, kemudian diperkaya dengan fitobiotik untuk meningkatkan nilai fungsionalnya.
Menurutnya, pakan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan performa produksi ayam buras, memperbaiki kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh ternak, serta meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Selain memberikan manfaat terhadap produktivitas ternak, penggunaan fitobiotik juga merupakan salah satu alternatif alami pengganti antibiotic growth promoter (AGP) sehingga menghasilkan produk peternakan yang lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan.
Pelatihan diikuti oleh anggota Kelompok Tani Ternak Batara Deceng, peternak ayam buras di wilayah sekitar, serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi maupun praktik lapangan. Para peserta menunjukkan minat yang besar terhadap teknologi pakan fungsional karena dinilai mampu menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas ayam buras sekaligus menekan biaya produksi melalui pemanfaatan bahan baku lokal.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. dengan topik “Fitobiotik sebagai Feed Additive pada Ayam Buras”. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai pengertian fitobiotik sebagai bahan tambahan pakan yang berasal dari tanaman herbal, kandungan senyawa bioaktif pada kunyit seperti kurkumin yang berperan sebagai antioksidan dan antimikroba alami, mekanisme kerja fitobiotik dalam menjaga keseimbangan mikroflora saluran pencernaan, meningkatkan sistem imun, memperbaiki efisiensi penggunaan pakan, serta meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ayam buras. Peserta juga diberikan wawasan mengenai peluang pengembangan fitobiotik lokal sebagai produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung sistem peternakan yang berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si. menyampaikan materi mengenai proses produksi pakan ayam buras berbasis fitobiotik. Materi yang diberikan meliputi pemilihan dan pengujian kualitas bahan baku, penyusunan formulasi ransum sesuai kebutuhan nutrisi ayam buras, teknik pencampuran bahan pakan dengan fitobiotik berbasis kunyit agar homogen, proses produksi menggunakan peralatan yang tersedia di tingkat kelompok, teknik pengemasan dan penyimpanan produk, hingga pengendalian mutu sederhana untuk menjaga kualitas pakan. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktek proses produksi sehingga memperoleh pengalaman teknis yang dapat diterapkan pada usaha peternakan masing-masing.
Ketua Kelompok Tani Ternak Batara Deceng, Hasbi Ashshiddiqy, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Hasanuddin atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, program PPUPIK memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelompok tani karena menghadirkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peternak di lapangan. Ia berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kelompok tani mampu memproduksi pakan secara mandiri, meningkatkan produktivitas ayam buras, mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, serta mengembangkan usaha pakan berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi.
Melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK), Universitas Hasanuddin terus memperkuat perannya dalam menghilirkan hasilhasil penelitian menjadi produk inovatif yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peternak dalam memproduksi pakan fungsional berbasis fitobiotik secara mandiri, memperkuat ketahanan usaha peternakan ayam buras, sekaligus mendorong terbentuknya unit usaha pakan berbasis inovasi kampus yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pedesaan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. sebagai ketua tim, dengan anggota Prof. Dr. Zaraswati Dwyana Zainuddin, M.Si., Prof. Dr. Ir. Jasmal Ahmari Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Ismah Ulfiyah Azis, S.Pt., M.Sc., dan Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si.(rls)

