MAKASSAR,BKM.COM–Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar sukses menyelenggarakan ajang bergengsi PRISMA 2026 (Proyeksi Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Matematika 2026) tingkat nasional. Kompetisi yang ditujukan bagi pelajar SD, SMP, dan SMA sederajat ini berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (25–27 April 2026) di Balai Sidang Unismuh Makassar.
Tahun ini, PRISMA 2026 mengusung tema “Discovering the Meaning of Mathematics to Explore the Beauty of Design Thinking in the Digital Era”. Tema ini bertujuan melatih pola pikir kreatif dan kritis (design thinking) para generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital melalui ilmu matematika. Kompetisi bertim ini diikuti oleh antusiasme luar biasa sebanyak 455 tim yang tersebar dari 62 rayon di seluruh Indonesia.
Rangkaian acara dimulai pada Sabtu (25/4) dengan pembukaan dan pembacaan tata tertib. Memasuki hari kedua, Minggu (26/4), kompetisi memanas pada Babak Penyisihan Tahap I dan II, hingga mencapai puncaknya pada Senin (27/4) untuk Babak Semi Final, Final, sekaligus penutupan acara.
Ketua Panitia, Risny Widyandiny, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat para peserta. “PRISMA menjadi wadah kolaborasi nasional bagi siswa untuk membuktikan bahwa matematika adalah ilmu yang indah dan menyenangkan,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Dekan FKIP Unismuh, Ayahanda Dr. H. Baharullah, M.Pd., yang menyebut PRISMA sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kultur akademik yang unggul. Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Ayahanda Dr. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., yang membuka acara secara resmi berpesan, “Selamat berkompetisi secara sehat. Jadikan ajang ini untuk mengeksplorasi keindahan matematika demi menyongsong masa depan digital.”
Melalui seluruh rangkaian yang berjalan sengit namun sportif, HMP Pendidikan Matematika Unismuh Makassar terbukti berhasil menutup PRISMA 2026 dengan sukses besar. Capaian ini tidak hanya menjadi pembuktian eksistensi lembaga, tetapi juga sukses mewujudkan komitmen awal mereka dalam meneguhkan budaya kompetisi dan literasi matematika yang unggul di tingkat nasional.

