Site icon Berita Kota Makassar

M Roem Jagokan Prancis dan M Hatim Unggulkan Spayol

MAKASSAR, BKM — Atmosfer Piala Dunia 2026 semakin memanas. Partai semifinal yang mempertemukan dua raksasa Eropa, Prancis dan Spanyol, tak hanya menyita perhatian pecinta sepak bola dunia, tetapi juga memantik adu prediksi di kalangan pejabat Pemerintah Kota Makassar.

Laga yang akan berlangsung pada 14 Juli 2026 itu diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang turnamen. Tak heran jika banyak pengamat menyebut duel tersebut sebagai “final sebelum final” karena mempertemukan dua tim dengan performa paling konsisten sejak fase grup.

Secara kualitas, pertandingan diperkirakan berlangsung sangat ketat. Di atas kertas, Prancis sedikit lebih diunggulkan karena memiliki kedalaman skuad, efektivitas serangan, serta pengalaman tampil di pertandingan-pertandingan besar.

Namun, Spanyol datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah beberapa kali mampu mengatasi Prancis pada ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi penguasaan bola dan disiplin menjaga organisasi permainan menjadi senjata utama La Roja untuk meredam agresivitas Les Bleus.

Pertemuan kedua tim diperkirakan akan menjadi duel dua filosofi sepak bola modern. Prancis mengandalkan kecepatan, transisi, dan efektivitas penyelesaian akhir, sedangkan Spanyol mengusung permainan berbasis penguasaan bola, kesabaran membangun serangan, dan kontrol tempo pertandingan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menjagokan Prancis melaju ke partai puncak. Ia memprediksi Les Bleus akan menundukkan Spanyol dengan skor meyakinkan 2-0.

Menurut Roem, kekuatan utama Prancis terletak pada lini serang yang sangat komplet. Kehadiran Kylian Mbappé yang didukung Ousmane Dembélé, Michael Olise, Désiré Doué, hingga Bradley Barcola membuat variasi serangan Prancis sulit diantisipasi lawan.

“Prancis punya banyak pilihan di lini depan. Lawan tidak bisa hanya fokus menjaga satu pemain karena ancaman datang dari berbagai sisi,” ujarnya.
Selain produktivitas gol, Roem menilai kecepatan transisi menjadi senjata paling mematikan Les Bleus.
Saat merebut bola, Prancis mampu mengubah situasi bertahan menjadi serangan hanya dalam hitungan detik. Karakter permainan seperti itu dinilai sangat efektif menghadapi Spanyol yang identik dengan penguasaan bola.

Tak hanya tajam di depan, pertahanan Prancis juga dinilai semakin kokoh. Duet Dayot Upamecano dan William Saliba tampil solid mengawal lini belakang, sementara Mike Maignan memberikan rasa aman di bawah mistar.

Bagi Roem, pengalaman Prancis di turnamen besar menjadi faktor pembeda. Status sebagai finalis dua edisi Piala Dunia sebelumnya membuat mental para pemain Les Bleus dinilai lebih siap menghadapi tekanan laga semifinal.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar, M Hatim, justru meyakini Spanyol akan keluar sebagai pemenang. Ia memprediksi La Roja menang tipis 1-0.

Hatim menilai kekuatan terbesar Spanyol berada pada kemampuannya mengendalikan jalannya pertandingan melalui penguasaan bola.
Filosofi tiki-taka modern yang diterapkan La Roja membuat lawan kerap kesulitan merebut kendali permainan.

“Spanyol sangat sabar membangun serangan. Mereka mampu mengatur tempo dan membuat lawan kehilangan ritme permainan,” katanya.
Ia juga menyoroti kokohnya lini pertahanan Spanyol yang menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.

Penampilan konsisten Unai Simón di bawah mistar serta duet Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí di jantung pertahanan membuat La Roja sangat sulit ditembus.
Menurut Hatim, kualitas lini tengah Spanyol juga menjadi keunggulan tersendiri. Rodri dan Pedri dinilai mampu menjaga keseimbangan permainan, sedangkan Dani Olmo menghadirkan kreativitas dalam membangun serangan.

Belum lagi kehadiran wonderkid Lamine Yamal yang tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan melewati pemain membuatnya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan mana pun.

Duel Prancis kontra Spanyol diprediksi menyajikan pertandingan berkelas yang layak disebut sebagai “final sebelum final”, sekaligus menjadi sajian yang paling dinantikan para pencinta sepak bola di seluruh dunia. (rhm)

Exit mobile version