SINJAI, BKM — Pemkab Sinjai mendorong pengembangan sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan mutu genetik ternak, serta penguatan pelayanan kepada peternak. Upaya tersebut dinilai turut memperkuat posisi Sinjai sebagai salah satu sentra sapi potong di Sulawesi Selatan.
“Melalui kerja keras, inovasi, dan dedikasi seluruh jajaran, berbagai capaian telah berhasil diwujudkan,” ujar Sekkab Andi Jefrianto usai memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dirangkai peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di halaman Kantor Bupati Sinjai, Senin (20/7).
Menurut Sekkav potensi peternakan di Kabupaten Sinjai terus dikembangkan melalui pembinaan peternak, penerapan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya genetik ternak, serta pelayanan yang menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
Salah satu capaian yang disoroti adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang dinilai mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus menambah populasi sapi potong di Kabupaten Sinjai.
“Melalui penerapan teknologi IB, kualitas genetik ternak terus meningkat dan populasi sapi potong terus berkembang. Pada tahun 2024 sampai dengan 2025 telah lahir sebanyak 5.872 ekor pedet hasil Inseminasi Buatan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 dunia peternakan Sinjai mencatat pencapaian baru dengan lahirnya pedet sapi Simmental jantan pertama hasil teknologi sexing semen di Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu indikator penerapan teknologi reproduksi ternak yang terus berkembang di daerah.
Selain itu, Kabupaten Sinjai kembali memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu daerah pemasok sapi kurban Presiden RI untuk sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan pada periode 2025 hingga 2026.
Dari sisi ekonomi, sektor peternakan juga menunjukkan kinerja positif. Target pengiriman ternak keluar daerah pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 3.500 ekor. Hingga akhir Juni 2026, realisasinya telah mencapai 3.726 ekor atau 106,46 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut melanjutkan prestasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai yang pada 2025 meraih Juara II Sinjai E-HAO Competition untuk kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengelola Retribusi.
Sekkab memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, para dokter hewan, inseminator, hingga petugas lapangan terus menjalankan tugas hingga ke pelosok desa, termasuk melalui medan yang sulit dan pada hari libur saat dibutuhkan masyarakat.
“Inilah makna pengabdian ASN yang sesungguhnya. Bekerja bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena kesadaran bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah,” tegasnya. (din/C)

