MAKASSAR, BKM – Upaya membangun budaya peduli lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kali ini, Kecamatan Tallo menjadi lokasi pelaksanaan Jelajah Sampah, sebuah gerakan yang tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Kegiatan yang digelar pada akhir pekan lalu tersebut berhasil mengumpulkan 116,8 kilogram sampah dari berbagai jenis.
Momentum itu sekaligus dimanfaatkan untuk meluncurkan Gerakan 10.000 Galon Tumpuk, inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, dan dihadiri jajaran Tripika Kecamatan Tallo, para lurah, RT/RW, Penjabat Ketua LPM, tokoh masyarakat, hingga berbagai komunitas yang selama ini aktif dalam isu lingkungan.
Dalam sambutannya, Helmy Budiman menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan membiasakan memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat dan pemerintah berjalan beriringan, kita optimistis dapat menciptakan Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tallo Andi Husni menyampaikan apresiasi kepada DLH Kota Makassar yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan Jelajah Sampah. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, aksi ini bukan sekadar membersihkan kawasan permukiman, melainkan juga mengajak warga memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dimulai dari rumah tangga dan harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dari hasil aksi lapangan, peserta berhasil mengumpulkan 26,4 kilogram sampah organik, 70,5 kilogram sampah anorganik, serta 19,9 kilogram sampah residu, dengan total keseluruhan mencapai 116,8 kilogram. Hasil tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus meningkatnya kepedulian terhadap pemilahan sampah.
Peluncuran Gerakan 10.000 Galon Tumpuk menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Melalui metode ini, masyarakat diajak mengolah sampah organik menggunakan galon yang disusun bertingkat sehingga lebih praktis diterapkan di lingkungan rumah.
Sekretaris Camat Tallo, Bau Asseng, turut memberikan edukasi dan demonstrasi langsung mengenai cara mengolah sampah organik dengan sistem galon tumpuk. Metode tersebut dinilai sederhana, murah, dan ramah lingkungan sehingga dapat diterapkan oleh setiap keluarga.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan berbagai materi edukasi melalui kelas Eco Enzym, budidaya maggot, serta pembuatan kompos dan biopori. Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya pameran hasil urban farming dan berbagai produk olahan dari Bank Sampah Sektoral, yang menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Jelajah Sampah Kecamatan Tallo diharapkan menjadi pemicu lahirnya kebiasaan baru dalam mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Kota Makassar yang semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan. (rhm)
